Laporkan Masalah

Tingkat kerentanan longsor di Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung

Reni Diah Ningsih, Djati Mardiatno, S.Si., M.Si.

2005 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Daerah penelitian berada di lereng utara Gunungapi Sumbing, tepatnya di Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung. Tujuan penelitian ini yaitu membuat peta satuan medan untuk mengkaji tingkat kerentanan longsor dan untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat kerentanan longsor dan bentuk penggunaan lahan di Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Tingkat kerentanan longsor di setiap satuan medan diketahui dari hasil perhitungan faktor-faktor alami penyebab longsor yang diberikan bobot pada setiap faktornya. Faktor alami curah hujan tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini karena wilayah penelitian yang relatif sempit dianggap memiliki karakteristik curah hujan yang sama. Analisis deskriptif kualitatif dari grafik dan tabel tingkat kerentanan longsor dan penggunaan lahan dominan dilakukan untuk mengetahui keterkaitan antara tingkat kerentanan longsor dan bentuk penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Bulu dengan luas 4836 ha memiliki tingkat kerentanan longsor sangat rendah sampai sedang. Tingkat kerentanan longsor sangat rendah memiliki luas 2725 ha atau 56,34% dari luas Kecamatan Bulu dan tingkat kerentanan longsor rendah dengan luas 1599 ha atau 33,06%. Tingkat kerentanan longsor sedang dengan luas 512 ha atau 10,60% dari luas Kecamatan Bulu. Penggunaan lahan dominan di setiap tingkat kerentanan longsor adalah sawah. Kerentanan longsor di Kecamatan Bulu dimungkinkan akan meningkat karena perubahan lereng yang semakin miring akibat bentuk penggunaan lahan sawah.

The research area is located in the northern slope of Sumbing Volcano. Administratively the research area is located in subdistric of Bulu, district of Temanggung. The aims of this research are : to build the Terrain Unit Map for examining landslide susceptibility and to study the relationship between landslide susceptibility and landuse types. The method applied in this research was survey method. The calculation of natural landslide factors were applied to study the classes of landslide susceptibility in each terrain unit, and by calculating the weight in each natural factors. The rainfall intensity factor did not include in this research because the limited area of the research was considered to have the same rainfall charactheristic. Descriptive analysis from the tables and graphic of landslide susceptibility and the dominant landuse types were used to know the relationship between landslide susceptibility and landuse types. The results of this research show that subdistric of Bulu has very low to moderate landslide susceptibility. The low landslide susceptibility covers the widest area of Bulu's subdistric. The low landslide susceptibility covers 2725 ha or 56,34% of Bulu's subdistric and low landslide susceptibility covers 1599 ha or 33,06% of Bulu's subdistric. The moderate landslide susceptibility covers only 512 ha or 10,60% of Bulu's subdistric. The dominant landuse type in each class of landslide susceptibility is paddy. Landslide susceptibility in subdistrict Bulu may be more susceptible to landslides because of the slope steepening in paddy.

Kata Kunci : satuan medan, kerentanan longsor, penggunaan lahan,terrain unit, landslide susceptibility, landuse

  1. S1-2005-150308-abstract.pdf  
  2. S1-2005-150308-bibliography.pdf  
  3. S1-2005-150308-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2005-150308-title.pdf