Arabic Christian apologetics within the first hundred years of Abbasid Caliphate (750-850 CE)
SIDENDEN, Christian Paulus, Prof. E. Gerrit Singgih, Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan AgamaTesis ini bertujuan untuk memetakan kembali bahasa teologis dialog antar iman Muslim-Kristen dalam konteks Indonesia. Yang dipakai sebagai bahan diskusi persoalan adalah dua keyakinan terpenting dalam agama Kristen yaitu Tritunggal dan Kristologi. Tesis ini adalah penelitian literatur beberapa data dari buku filsafat dan teologia, jurnal-jurnal tradisi-tradisi keagamaan dan beberapa situs internet terkait. Sebagai bahan percontohan, karya-karya apologetika yang dipilih adalah dari tiga tokoh pembela iman ternama dari kaum Kristen Arab, yaitu : Theodoros Abo Qurrae (740-825 M). Catholicos Timotius I dari Gereja Assyria (727-823 M), dan Abd al-Masih al-Kindi (kl. Abad ke-9 M). Data diteliti dengan menganalisa model-nodel kuantitatif dialog. Model-model bisa berupa polemic, wawancara atau surat menyurat di antara wakil-wakil Muslim dan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang dapat memberikan manfaat dalam dialog-dialog antar iman di masa kini dan yang akan dating antara umat-umat Muslim dan Kristen, yaitu faktor-faktor internak Kristen dan eksternal dari umat Muslim untuk bersedia mendengarkan umat Kristen menjelaskan bentuk keyakinannya pada ajaran Ketuhanan. Faktor internal bersangkutan dengan bagaimana tepatnya umat Kristen memahami siapa Tuhan yang mereka sembah dan bagaimana Tuhan itu melaksanakan karya keselamatan dalam bahasa pikiran manusia. Faktor eksternal bersangkutan dengan sejauh mana pengertian Muslim atas Tuhan Yang Maha Esa tidak seharusnya dipahami dalam keterperangkapan alas an-alasan filsafat (menolak doktrin-doktrin Mu’tazilah). Strategi umum untuk mengatasi kedua tradisi iman ini terhalang untu ksaling menerima keyakinan masing-masing atas Tuhan yang satu dan sama adalah dengan membiasakan kedua umat menggunakan istilah-istilah dan ekspresi-ekspresi teologis berbahasa Arab. Istilah-istilah seperti dhat, shifat dan uqnam dapat berguna untuk menangkap ide keyakinan dari masing-masing iman atas keesaan Tuhan.
This research aims at remapping the theological language of Muslim- Christian interreligious dialogue in Indonesian context. It takes two of most important believes of Christianity, Trinity and Christology as the discussed problems. This is a referential research of some philosophical and theological books, journals of religious traditions, and some of websites data. As its examples, apologetical works had been chosed three of notoriously Arab-Christian apologets, which are : Theodore Abu Qurrae (740-825 CE), Catholicos Timothy I of Assyrian Church (727-823 CE), and Abd al-Masih al-Kindi (c. 9th century CE). The data obtained by analysing it in quantitative models of dialogue. The models would be in polemics, interviews or correspondence form between Mulim and Christian representatives. The research finding show that there are two factors that would benefit the recently and future interreligious dialogues between Muslim and Christian believers, i.e., the internal Christian external Muslims readiness hearing Christians explain their divine doctrines, factors. The internal factor dealings with how exactly Christians understanding who God they worshipping and how their God performs the salvation in human’s language of thought. The external factor dealings with how deeply Muslims’ understanding of Islamic unitive God that necessarily not be entrapped into philosophical reasonings (contra Mu’tazilite doctrines). The general strategy to overcome these two faiths are in hindrance to acknowledge each beliefs idea of one and the same God is by accustomed the believers used Arabic terms and idioms of theology. The terms of dhat, shifat, and uqnum can be useful to catch each of faith unique beliefs on God.
Kata Kunci : Dialog Antar Agama, Bahasa Teologi, Kristen Arab, Arabic-Christian Apologetics – Theological Language – Interreligious Dialogue