ANALISIS PROGRAM STOP WORK AUTHORITY (SWA) DAN PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN MICROLEARNING PADA PEKERJA KONSTRUKSI
Farhan alparizi, Dr. Joko Wintoko, S.T,. M.Sc
2026 | Tesis | MAGISTER TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Program Stop Work Authority (SWA) merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya penguatan keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek konstruksi yang berisiko tinggi, namun penerapannya masih menghadapi kendala berupa pemahaman risiko yang belum merata, komunikasi yang kurang efektif, pelatihan yang terbatas, serta budaya keselamatan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemahaman risiko kerja, pemahaman SWA, komunikasi, dan pelatihan SWA terhadap tingkat kepatuhan keselamatan kerja pada proyek konstruksi, serta menyusun rekomendasi pengembangan media pembelajaran e-learning berbasis microlearning untuk mendukung keberhasilan program SWA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan survei potong lintang terhadap pekerja konstruksi, supervisor, dan petugas Health Safety and Environment yang terlibat dalam proyek pembangunan gedung di lingkungan Universitas Gadjah Mada, dengan populasi 106 personil dan sampel 84 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dilengkapi observasi lapangan dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda yang didahului uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman risiko kerja, pemahaman SWA, komunikasi, pelatihan SWA, dan kepatuhan keselamatan kerja berada pada kategori sangat baik, serta keempat variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepatuhan keselamatan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan pemahaman risiko kerja, pemahaman SWA, komunikasi yang efektif, dan pelatihan SWA yang terstruktur, termasuk melalui e-learning berbasis microlearning, berkontribusi penting dalam peningkatan kepatuhan dan budaya keselamatan kerja di sektor konstruksi.
This study examines the Stop Work Authority (SWA) program as a key instrument to strengthen occupational safety and health in high?risk construction projects, whose implementation still faces obstacles such as uneven risk understanding, ineffective communication, limited training, and a suboptimal safety culture. This research aims to evaluate the influence of risk understanding, SWA understanding, communication, and SWA training on safety compliance in construction projects, and to formulate recommendations for the development of microlearning?based e?learning media to support the effectiveness of SWA. A quantitative approach with a descriptive cross?sectional survey design was employed involving construction workers, supervisors, and Health Safety and Environment officers engaged in a building construction project at Universitas Gadjah Mada, with a population of 106 personnel and a sample of 84 respondents determined using the Slovin formula. Data were collected using a Likert?scale questionnaire that had passed validity and reliability tests, complemented by field observations and interviews, and were analysed using descriptive statistics and multiple linear regression preceded by classical assumption tests. The results show that the average levels of risk understanding, SWA understanding, communication, SWA training, and safety compliance are in the good to very good category, and that the four independent variables simultaneously have a significant effect on safety compliance. These findings confirm that strengthening risk understanding, SWA understanding, effective communication, and structured SWA training, including through microlearning?based e?learning, plays an important role in improving safety compliance and fostering a stronger safety culture in the construction sector.
Kata Kunci : Kata kunci: Stop Work Authority, pemahaman risiko kerja, komunikasi, pelatihan SWA, kepatuhan keselamatan kerja.