Laporkan Masalah

Program Peningkatan Safety Maturity Level Pada Perusahaan Tambang Mineral (Nikel) PT XYZ Di Sulawesi Tengah

FAISAL REZA, Prof.Ir.Rochim Bakti Cahyono, S,T.,M.Sc., Ph.D., IPM

2026 | Tesis | MAGISTER TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Industri pertambangan nikel memiliki risiko operasional yang tinggi, sehingga membutuhkan sistem manajemen keselamatan yang matang. Studi ini bertujuan untuk menganalisis Tingkat Kematangan Keselamatan (SML) dalam operasi pertambangan mineral nikel di PT XYZ berdasarkan parameter dalam Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No. 10.K/MB.01/DJB.T/2023. Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi deviasi standar dan merumuskan program untuk peningkatan berkelanjutan budaya keselamatan. Metode: Studi ini menggunakan desain penelitian kualitatif dan kuantitatif (metode campuran) dengan menilai empat indikator utama: partisipasi pekerja, tanggung jawab pimpinan unit, analisis statistik kecelakaan, dan upaya pengendalian risiko. Instrumen penelitian meliputi rubrik penilaian sesuai dengan peraturan ESDM, wawancara mendalam, observasi lapangan, dan Diskusi Kelompok Fokus (FGD). Hasil: Hasil pengukuran menunjukkan nilai total pencapaian kinerja keselamatan di PT XYZ sebesar 0,65 pada skala 1,00, yang menempatkan perusahaan dalam kategori tingkat "Reaktif". Secara spesifik, indikator partisipasi pekerja berada pada tingkat "Terencana" (0,10), sedangkan tanggung jawab kepemimpinan (0,23), analisis statistik (0,14), dan upaya pengendalian (0,18) masih berada pada tingkat "Reaktif". Ditemukan bahwa keselamatan masih dianggap sebagai formalitas administratif dan belum diinternalisasi sebagai budaya kerja operasional. Kesimpulan: PT XYZ saat ini berada pada tingkat kematangan keselamatan reaktif, di mana penanganan keselamatan masih bersifat pasca-insiden. Untuk bertransformasi menuju tingkat "Proaktif", serangkaian program strategis diusulkan seperti mengoptimalkan aplikasi digital "SLAMET" untuk pelaporan bahaya, Management Walk Thru (MWT) untuk memperkuat komitmen manajerial, dan penggunaan Analisis Data Tingkat Lanjut untuk investigasi kecelakaan yang lebih mendalam

Introduction: The nickel mining industry has high operational risks, thus requiring a mature safety management system. This study aims to analyze the Safety Maturity Level (SML) in nickel mineral mining operations at PT XYZ based on the parameters in the Decree of the Director General of Mineral and Coal No. 10.K/MB.01/DJB.T/2023. This evaluation is important to identify standard deviations and formulate a program for continuous improvement of safety culture. Methods: This study uses a qualitative and quantitative research design (mixed methods) by assessing four main indicators: worker participation, unit leader responsibility, accident statistical analysis, and risk control efforts. The research instruments include an assessment rubric according to ESDM regulations, in-depth interviews, field observations, and Focus Group Discussions (FGD). Results: The measurement results show a total value of safety performance achievement at PT XYZ of 0.65 on a scale of 1.00, which places the company in the "Reactive" level category. Specifically, the worker participation indicator is at the "Planned" level (0.10), while the leadership responsibility (0.23), statistical analysis (0.14), and control efforts (0.18) are still at the "Reactive" level. It was found that safety is still considered an administrative formality and has not been internalized as an operational work culture. Conclusion: PT XYZ is currently at a reactive safety maturity level, where safety handling is still post-incident. To transform towards the "Proactive" level, a series of strategic programs are proposed such as optimizing the "SLAMET" digital application for hazard reporting, Management Walk Thru (MWT) to strengthen managerial commitment, and the use of Advanced Data Analytics for more in-depth accident investigations

Kata Kunci : Safety Culture, Mining Industry, Nickel, Safety Maturity Level, SMKP

  1. S2-2026-537327-abstract.pdf  
  2. S2-2026-537327-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-537327-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-537327-title.pdf