Language Shift pada Anak Penutur Bahasa Jawa dari Generasi Alfa: Studi Kasus di Bojonegoro
Hidayah Nuril Phasa, Dr. Merry Andriani, S.S.,M.L.C.S.
2026 | Tesis | S2 Linguistik
Penelitian ini menganalisis fenomena language shift pada tingkat tutur krama di kalangan anak-anak generasi Alfa usia 7–10 tahun di Kelurahan Jetak, Bojonegoro. Sebagai generasi Alfa, subjek penelitian ini terpapar oleh input bahasa baru melalui kontak digital yang berbeda secara signifikan dari pola kontak tradisional. Dengan menggunakan sudut pandang sosiolinguistik dan teori language shift dari Fishman (1997) yang mengaitkan fakta bahasa dengan realitas sosial, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pergeseran leksikon bahasa Jawa serta munculnya hibriditas antara bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris akibat pengaruh media digital dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode triangulasi data yang menggabungkan teknik observasi, kuesioner, dan wawancara. Penentuan subjek penelitian dilakukan melalui teknik purposive sampling untuk mendapatkan data yang mendalam dan relevan dari sumber data lisan maupun tulis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa language shift Jawa pada anak-anak di lokasi tersebut bersifat internal dan belum terjadi secara menyeluruh. Meskipun bahasa Jawa ngoko masih aktif digunakan dalam ranah tertentu, penggunaan tingkat tutur krama hampir tidak ditemukan dalam interaksi dengan orang yang lebih tua, kecuali dalam kondisi yang dipaksakan. BI dan BJ ngoko ditemukan sebagai bahasa yang dominan dalam komunikasi sehari-hari, di berbagai situasi, serta kepada lawan bicara yang sebaya maupun yang lebih tua, sementara bahasa Inggris telah terasimilasi secara tidak sadar melalui praktik berbahasa yang kreatif. Fenomena hibriditas ini terlihat jelas pada penggabungan afiks bahasa Jawa, seperti prefiks “N-” dan “di-”, sufiks “-no”, serta konfiks “tak-/-no”, yang diikuti oleh verba dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Pergeseran ini dipicu oleh faktor eksternal yang meliputi pendidikan, lingkungan tempat tinggal, dan lingkungan bermain virtual, serta faktor internal yang mencakup peran keluarga (ayah, ibu, saudara) dan faktor psikologis, seperti rasa percaya diri, perspektif bahwa bahasa Jawa itu sulit, serta sikap terhadap bahasa Jawa.
This study analyzes The phenomenon of language shift in The use of polite speech among Generation Alpha children aged 7–10 years in Jetak Village, Bojonegoro Regency. As member of The Alpha Generation, The subjects of this study are exposed to new linguistic input through digital contact that differs significantly from traditional patterns of contact. Using a sociolinguistic perspective and Fishman’s (1997) theory of language shift—which links linguistic phenomena to social reality—this study aims to describe shifts in The Javanese lexicon as well as The emergence of hybridity between Javanese, Indonesian, and English resulting from The influence of digital media in everyday communication. This study employs a qualitative descriptive approach with a data triangulation method that combines observation, questionnaires, and interviews. Research subjects were selected using purposive sampling to obtain in-depth and relevant data from both oral and written sources.
The results indicate that The Javanese language shift among children in this location is internal and has not yet occurred comprehensively. Although The ngoko speech level remains active in certain domains, The use of krama is almost non-existent in interactions with elders, except under forced conditions. Indonesian and ngoko Javanese were found to be The dominant languages in daily communication across various situations and interlocutors, both peers and elders, while English has been unconsciously assimilated through creative linguistic practices. This hybridity phenomenon is evident in The integration of Javanese affixes—such as The prefixes N- and di-, The suffix -no, and The confix tak-/-no—with verbs from Indonesian or English. This shift is triggered by external factors, including education, residential environment, and virtual play environments, as well as internal factors such as family roles (father, mother, siblings effect) and psychological factors, including self-confidence, The perspective that Javanese is difficult, and general attitudes toward The language.
Kata Kunci : language shift, bahasa Jawa krama, generasi Alfa, hibriditas bahasa, sosiolinguistik