Laporkan Masalah

Penurunan Berat Badan Lahir Neonatus Dini dengan Riwayat Persalinan secara Vakum di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Januari 1993 – Desember 1994

Yokelyn Y Suebu, Dr. Hadianto Ismangoen, DSA.; dr. Heru Pradjatmo, DSOG

1996 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Trauma lahir merupakan salah satu penyebab penyakit dan cacat pada anak disamping penyebab kematian intrapartum dan neonatal. Pada masa neonatal terutama neonatal dini, trauma lahir menyebabkan kurang optimalnya proses adaptasi terhadap kehidupan ekstra uterin yang dapat berakibat morbiditas maupun mortalitas. Ekstraktor vakum adalah salah satu penyebab trauma lahir, dan pemakaiannya dalam penanganan kasus-kasus obstetri cukup frekuen. Untuk mengetahui akibat dari tindakan vakum terhadap proses adaptasi neonatus dini, dilakukan penelitian pendahuluan dengan jenis historical cohort mengamati penurunan Berat Badan Lahir (BBL) selama usia 0 hari sampai usia 5 hari dengan memperhatikan pengaruh usia ibu, usia kehamilan, paritas ibu, lama persalinan kala I dan kala II, dan adanya asfiksia neonatorum. Subjek berjumlah 47 bayi yang lahir di RSUP DR. Sardjito tahun 1993 1994, untuk kontrol diambil bayi yang lahir spontan pada kurun waktu tersebut, jumlah subjek sama dan ditetapkan secara acak sesuai kriteria penelitian. Semua subjek mendapat ASI dan dirawat gabung, dilakukan matching pada BBL. Analisa statistik dilakukan dengan student Analysis of Variance, ki kuadrat untuk dua independen dan Fisher Eksak Test, pada signifikansi 0,05. t-test, sampel tingkat memiliki asfiksia neonatus Ditemukan bahwa yang lahir secara vakum risiko terpapar trauma lahir dan mengalami neonatorum labih besar secara bermakna daripada yang lahir spontan (X2 = 21,820), sehingga mengalami penurunan BBL karena adaptasi post-natal lebih besar secara bermakna dibandingkan dengan neonatus mempunyai riwayat kelahiran normal (T=4,706, F=3,416, X 11,211). yang Pengawasan lebih cermat terhadap neonatus risiko tinggi, termasuk neonatus yang lahir secara vakum pada masa adaptasi di usia neonatal dini serta pendekatan secara emosi misalnya diharuskan pemberian ASI dan rawat gabung disarankan agar proses adaptasi ini berlangsung secara baik. Perlu pula pendidikan praktis pada orang tua mengenai risiko pada bayi terpapar trauma lahir agar dapat mengawasi tumbuh kembang anak tersebut dengan lebih teliti, sehingga prognosispun menjadi semakin baik.

Kata Kunci : Trauma lahir, cacat pada anak, kematian intrapartum, neonatal

  1. S1-FKU-1996-57874-Yokelyn-Suebu-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1996-57874-Yokelyn-Suebu-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1996-57874-Yokelyn-Suebu-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1996-57874-Yokelyn-Suebu-title.pdf