Laporkan Masalah

Gambaran Lapang Pandang dari Ukuran Dioptri Penderita Miopia Maligna Di R.S. Mata Dr. YAP Yogyakarta selama tahun 1998

Wulandari, Dr. Hartono, SpM(K).; dr. Achmad Djunaidi, SU

1994 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Insidensi miopia maligna secara pasti belum diketahui, namun prevalensinya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Defek lapang pandang ini bila terjadi pada usia produktif dapat menimbulkan masalah yang serius bagi orang yang dalam melaksanakan pekerjaannya memerlukan kesempurnaan lapang pandang. Penelitian dilaksanakan pada catatan medik di R.S. Mata dr. YAP Yogyakarta selama tahun 1998. Penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental dengan tinjauan retrospektif. Pelaksanaan penelitian berlangsung dari bulan Mei sampai bulan Juli 1999. Pada penelitian ini didapatkan 89 kasus miopia maligna. Variabel-variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, besar visus, besar koreksi dan defek lapang pandang pada isopter. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa penderita miopia maligna terbanyak berumur 10-15 tahun. (15,7%). Berdasarkan umur dan jenis kelamin perempuan lebih banyak (51,7%) dibandingkan laki-laki (48,3%). Penderita yang berusia kurang dari 50 tahun sebanyak 87,6%. Penderita yang berumur 50 tahun atau lebih sebanyak 12,4%. Koreksi mata pada penderita miopia maligna lebih banyak didapatkan bilateral (56,2%). Besarnya koreksi mata paling besar terdapat pada mata kanan sebanyak 34,6% dengan besar koreksi 6-9 Dioptri. Secara umum besar koreksi terbanyak didapatkan pada besar koreksi 6-9 Dioptri (27,9%). Besar visus penderita miopia maligna pada mata kanan terbanyak pada kelompok visus 0-5/60 (84,2%). Tetapi pada penelitian ini didapatkan pula besar visus normal (6/6) sebanyak 2,3% pada mata kiri. Defek lapang pandang mata lebih banyak didapatkan pada isopter sentral. Berdasarkan adanya gangguan lapang pandang pada penderita miopia maligna yang didapatkan melalui penelitian ini diharapkan adanya usaha untuk menahan progresivitas penyakit dengan melakukan pemeriksaan lapang pandang secara rutin dan berkala.

Kata Kunci : Kesehatan mata, miopia maligna, besar visus, besar koreksi, defek lapang pandang

  1. S1-FKU-1994-101359-Wulandari-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1994-101359-Wulandari-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1994-101359-Wulandari-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1994-101359-Wulandari-title.pdf