Insidensi dan Distribusi Gagal Ginjal Anak di Unit Penyakit Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Selama Tahun 1989-1993
Nelly Yuliana Rumpaisum, Dr. Hadianto Ismangoen, DSA ; Dr. Teluk Sebodo, DSAK
1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERANTelah diteliti insidensi dan distribusi penyakit gagal ginjal pada anak selama lima tahun (1989-1993) di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif. Subyek penelitian diambil dari data populasi pasien yang dirawat inap di Unit Penyakit Anak ditambah dengan pasien Unit Bedah Anak yang khusus menderita penyakit gagal ginjal yang datanya terdapat dibagian catatan medik RSUP Dr. Sardjito. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan memberikan masukan bagi peneliti-peneliti lain maupun RSUP Dr. Sardjito dalam menangani kasus gagal ginjal. Hasil penelitian didapatkan: jumlah gagal ginjal selama Januari 1989 – Desember 1993 sebanyak 21 kasus. Dijumpai 12 anak penderita laki-laki dan 9 anak penderita perempuan dengan perbandingan 1,2 : 1. Jumlah penderita terbanyak didapatkan pada kelompok umur 12-15 tahun yaitu 12 anak. Etiologi yang sering ditemukan untuk kasus GGA adalah pra renal dan renal masing-masing 45,5%. Keluhan terbanyak yang mengantar penderita GGA masuk RS adalah sesak napas 54,6%. Oliguria didapatkan pada 4 penderita yang sebagian besar disebabkan GGA renal 27,3% dan GGA pra renal 9,1%. Faktor-faktor pemburuk GGK yang sering ditemukan berturut-turut adalah hipertensi, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, anemia, infeksi saluran kemih, diabetes mellitus, gagal jantung, serta obat-obat nefrotoksik dan suspek stress ulcer. Etiologi GGK yang sering ditemukan pada penelitian ini adalah glomerulonephritis kronik. Kematian karena GGA sebanyak 3 kasus dan GGK sebanyak 5 kasus dari keseluruhan gagal ginjal. Dengan analisis statistika Chi square, ternyata tidak ada korelasi yang berarti antara umur, jenis kelamin, jumlah kematian, jenis gagal ginjal dengan frekuensi gagal ginjal.
Kata Kunci : gagal ginjal, anak