Laporkan Masalah

DAYA SAING PARIWISATA KAWASAN DANAU TOBA

Jesica Ezra D. Simangunsong, Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A.

2026 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Kawasan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas dan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata yang berdaya saing. Namun, setiap kabupaten di kawasan ini memiliki karakteristik, tingkat pengembangan, serta kapasitas pariwisata yang berbeda, sehingga memengaruhi tingkaat daya saing setiap daerah. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) Mengidentifikasi variasi kondisi pariwisata Kawasan Danau Toba; (2) Menganalisis tingkat daya saing pariwisata Kabupaten di Kawasan Danau Toba, dan (3) Mengidentifikasi hubungan faktor dengan tingkat daya saing pariwisata kabupaten di Kawasan Danau Toba. 

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkaait dan publikasi lainnya yang terkait. Teknik analisis untuk menjawab tujuan pertama yaitu analisis deskriptif, tujuan kedua menggunakan perhitungan normalisasi data dan perhitungan skor daya saing sesuai standar Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional, dan tujuan ketiga menggunakan analisis korelasi rank spearman. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kabupaten di Kawasan Danau Toba memiliki karakteristik dan potensi pariwisata yang berbeda. Samosir tercatat memiliki kontribusi ekonomi pariwisata tertinggi, sedangkan Toba menunjukkan pertumbuhan kunjungan wisatawan yang paling tinggi. Berdasarkan hasil pengukuran indeks daya saing pariwisata, Samosir menempati peringkat tingkat daya saing yang lebih unggul dibanding kabupaten lainnya. Analisis terhadap 16 pilar pembentuk daya saing menunjukkan bahwa pilar infrastruktur transportasi udara menjadi faktor dengan arah dan kekuatan positif serta signifikan terhadap daya saing. 


          The Lake Toba Area, designated as a Super Priority Tourism Destination and part of the National Strategis Tourism Area, has significant potential for the development of a competitive tourism sector. However, each regency in this area has different characteristics, levels of development, and tourism capacities, which influence the level of tourism competitivenss in each region. This study aims to (1) identify variations in tourism conditions in the Lake Toba Area, (2) analyze the level of tourism competitiveness of regencies in the region, and (3) identify the relationship between influencing factors and the level of tourism competitiveness of regencies in the Lake Toba Area.  

This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from relevant institutions and related publications. To achieve the research objectives, descriptive analysis was used to examine tourism conditions, while data normalization and competitiveness score calculations were conducted based on the standards of the National Tourism Development Index. Furthermore, Spearman rank correlation analysis was applied to identify the relationship between the determining factors and the level of tourism competitiveness.

The results indicate that each regency in the Lake Toba Area possesses distinct characteristics and tourism potential. Samosir Regency records the highest tourism economic contribution, while Toba Regency shows the highest growth in tourist arrivals. Based on the tourism competitiveness index measurement, Samosir Regency ranks first among the eight regencies, indicating a higher level of competitiveness compared to other regions. In addition, the analysis of the 16 pillars forming tourism competitiveness shows that the air transport Infrastructure pillar has a positive and significant relationship with the level of tourism competitiveness.

Kata Kunci : Daya Saing, Kawasan Danau Toba, Pariwisata

  1. S1-2026-493263-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493263-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493263-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493263-title.pdf