Inisiasi kerjasama antar daerah :: Kerjasama pengembangan pariwisata antara 13 Kabupaten/Kota di DIY dan Jawa Tengah dalam Java Promo
PRAMONO, R. Budi, Dr. Pratikno, M.Soc.Sc
2005 | Tesis | S2 Ilmu PolitikSaat ini terbuka kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyelenggarakan kepentingannya dengan lebih leluasa, hal ini menimbulkan implikasi adanya kompetisi dan kontestasi antar daerah yang sering memunculkan konflik kepentingan dan terjadinya disharmoni hubungan antar daerah. Untuk itu membangun kerjasama antar daerah menjadi penting dilakukan sebagai salah satu solusi mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini akan mendeskripsikan dan mengeksplorasi proses pembentukan kerjasama serta mempelajari proses penggalangan komitmen dalam pembentukan kerjasama Java Promo. Kerjasama Java Promo terbentuk dari adanya perbedaan potensi pariwisata ke-13 kabupaten/kota anggota yang menimbulkan adanya perbedaan kepentingan, sehingga perlu pencarian titik temu kepentingan yang dapat dijadikan sebagai kepentingan bersama yang diperjuangkan seluruh daerah. Dengan adanya kepentingan bersama maka dapat dibangun sebuah komitmen bersama yang menjadi landasan dari pembentukan kerjasama. Dalam penelitian ini akan dipelajari proses pembentukan kerjasama Java Promo dengan melakukan analisa pada potensi pariwisata ke-13 kabupaten/kota kemudian diidentifikasi sehingga akan didapat kategorisasi potensi dan kepentingan yang diperjuangkan, untuk selanjutnya dicari titik temu kepentingan sehingga dapat dirumuskan kepentingan bersama yang akan diperjuangkan dalam kerjasama sampai kemudian dapat dibuat kesimpulan. Peluang terbentuknya organisasi kerjasama Java Promo bermula dari adanya perbedaan potensi pariwisata ke-13 kabupaten/kota sehingga ada perbedaan kepentingan yang diperjuangkan. Dari perbedaan kepentingan ini kemudian dicari kepentingan bersama yang menjadi kepentingan yang ingin diperjuangkan seluruh kabupaten/kota anggota. Kepentingan bersama tersebut selanjutnya menjadi komitmen bersama yang akan diperjuangkan dalam kerjasama. Komitmen tersebut berupa keinginan ke-13 kabupaten/kota untuk mengembangkan kepariwisataan secara integrative diwujudkan dalam bentuk kerjasama dengan daerah lain dalam satu destinasi wisata. Berdasarkan potensi pariwisata yang dimiliki dari ke-13 kabupaten/kota dapat digolongkan menjadi dua kategori yaitu kabupaten/kota kaya potensi dan kabupaten/kota miskin potensi pariwisata, sehingga ada perbedaan kepentingan yang diperjuangkan dalam kerjasama. Kabupaten/kota kaya potensi berkeinginan untuk; menjaga kelangsungan (sustained ability) industri pariwisata, komplementarian potensi, dan optimalisasi industri pariwisata. Sedangkan kabupaten/kota miskin potensi berkeinginan untuk; belajar pengelolaan, berbagi pembiayaan, dan memperoleh keuntungan dari perkembangan kepariwisataan di daerah lain. Terbentuknya kerjasama Java Promo karena adanya titik temu kepentingan yang ingin diperjuangkan bersama oleh ke-13 kabupaten/kota. Titik temu kepentingan tersebut karena seluruh kabupaten/kota menginginkan untuk; membangun networking antar daerah, mengembangkan sektor pariwisata di daerah, dan meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata. Untuk merealisasikan ketiga kepentingan bersama ini, membuat kerjasama antar daerah dalam pengembangan pariwisata merupakan pilihan rasional yang memungkinkan ketiga kepentingan tersebut dapat terwujud. Sehingga kemudian terbangun komitmen bersama dari ke-13 kabupaten/kota untuk mengembangkan kepariwisataan secara integrative. Dalam proses ini, peran inisiator kerjasama menjadi sangat menentukan sebagai agency yang mampu merangkai perbedaan menjadi kesepahaman bersama, sehingga kompetisi dan kontestasi antar kabupaten/kota dapat dikonversi menjadi sebuah kerjasama. Tahap akhir dari proses pembentukan kerjasama antar daerah tersebut adalah terjadinya pengorganisasian ke-13 kabupaten/kota dalam wadah organisasi kerjasama Java Promo dengan terbentuknya struktur organisasi, staffing, dan dibuatnya AD/ART sebagai aturan main organisasi. Tetapi persoalannya tidak cukup sampai proses pengorganisasian saja, tetapi Java Promo menghadapi tantangan pelembagaan sebagai jaminan untuk menjaga eksistensi Java Promo kedepan. Tantangan pelembagaan yang dihadapi Java Promo saat ini adalah: bisa merealisasi harapan seluruh anggota dengan konkretisasi kepentingan, perlu memunculkan inisiator dalam proses pelembagaan karena proses pelembagaan tidak sesederhana proses pengorganisasian, dan dapat menciptakan kepatuhan anggota pada garis organisasi yang ditetapkan. Untuk menjamin eksistensi kerjasama ini maka secepatnya Java Promo harus bisa melembagakan organisasi ini sehingga secara nyata dapat menjadi wadah penjaminan kepentingan dan dapat memberi manfaat nyata pada anggota.
In this time was opened for local government to carrying out their interests, this matter generate the implication of interregional dispute and competition which often make a conflict of interest and interregional disharmony. For that develop the interregional cooperation become important conducted as one of solution overcome the problems. This research will describe and explore the process of cooperation forming and also learn the process of commitment building in Java Promo cooperation. Java Promo cooperation formed by the difference of tourism potencies at 13th regency/town generating of interests difference, so that need equal interest which can be made as common interests which was fought for all area. Common interests can be build by a commitment that becoming base from cooperation forming. This research will be learn the process of the Java Promo cooperation forming by doing analysis at tourism potencies at 13th regency/town furthermore identified so that will be got categorize of potency and interest which fought for, henceforth searched the equal interest so that can be formulated by a common interests to be fought for in cooperation until then can be made a conclusion Opportunity organization forming of Java Promo cooperation began from difference of tourism potencies in 13th regency/town so that there is interest difference which fought for. From this interest difference searched the common interests which fought for all members regency/town. The common interests hereinafter become the commitment fought for in cooperation. The commitments desire 13th regency/town to tourism developed by integrative realized in the form of cooperation with the others area. Pursuant to tourism potencies owned from 13th regency/town can be classified two categories that were rich and impecunious regency/town of tourism potencies, so that makes interest difference which fought for in cooperation. The rich regency/town of potencies having a mind to; taking care of the continuity of industrial tourism, potency complementary, and industrial tourism results. While impecunious regency/town of potencies having a mind to; learn the management, sharing defrayal, and have the advantage of the tourism growths in others area. The Java Promo cooperation formed caused by equal interests which wished fought for by 13th regency/town. Equal interests all regency/town to; develop interregional networking, developing tourism sector in area, and improve the earnings from tourism sector. To realize this common interests making interregional cooperation in tourism development represent the enable rational choice that the interest can be existed. So that commitments build from 13th regency/town to integrative tourism develop. In course of this, role of initiator cooperation become very determining as capable agency to string up the difference become the agreement reached, so that competition and dispute the regency/town can be converted to cooperation Phase of end the interregional cooperation forming process is the happening organization of 13th regency/town in organizational of Java Promo cooperation with formed organization chart, staffing, and making of statutes/domestic budget as organizational rule of the game. But its problems insufficient until just organization process, but Java Promo institutional challenge as guarantee to take care of the existence Java Promo to the fore. Institutional challenge the Java Promo in this time; can realize the expectation of all members by realize interests, require the initiator in course of institute because institutional process do not as simple as organization process, and can create the member compliance at specified organization line. To guarantee this existence cooperation hence as soon as Java Promo should be able to institutionalize this organization so that manifestly can become interests guarantee and can give the real benefit at members
Kata Kunci : kepentingan, komitmen, kerjasama, pelembagaan, interest, commitment, cooperation, institutional