Laporkan Masalah

Studi Pemaknaan Aksi Boikot Mahasiswa Pasca Berita Pengeboman Gaza pada 7 Oktober 2023

Ratih Aulia Hasna, Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi., M. A.

2026 | Skripsi | PSIKOLOGI

Pemberitaan penyerangan Gaza pada 7 Oktober 2023 memicu gelombang aksi boikot yang diikuti berbagai kalangan di seluruh dunia, termasuk mahasiswa. Meskipun literatur mencatat durasi boikot berkisar 6 hingga 12 bulan, ditemukan fenomena boikot mahasiswa yang berlangsung lebih dari dua tahun. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemaknaan boikot mahasiswa pasca pemberitaan 7 Oktober 2023 menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima mahasiswa. Analisis menghasilkan empat tema superordinat: (1) Boikot sebagai Tindakan Kemanusiaan yang Diyakini Secara Moral, (2) Boikot sebagai Gerakan Kolektif untuk Menegaskan Keberpihakan, (3) Boikot sebagai Upaya Memutus Dukungan terhadap Genosida, dan (4) Boikot sebagai Komitmen Personal yang Berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa boikot dimaknai sebagai respons moral atas penderitaan Palestina, medium untuk menegaskan keberpihakan dan menolak dukungan ekonomi kepada Israel, serta komitmen yang terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman mekanisme psikologis yang mendukung keberlanjutan boikot melampaui durasi yang tercatat dalam literatur sebelumnya.

The October 7, 2023 Gaza attack sparked widespread boycott actions worldwide, including among students. Although literature records boycott duration at 6 to 12 months, student boycotts lasting over two years were identified. This study explored meaning-making of boycott participation among students following the October 7, 2023 events using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) through semi-structured interviews with five students. Analysis yielded four superordinate themes: (1) Boycott as a Morally Grounded Humanitarian Action, (2) Boycott as a Collective Movement to Assert Solidarity, (3) Boycott as an Effort to Sever Economic Support for Genocide, and (4) Boycott as a Continuous Personal Commitment. Findings indicate that boycott was experienced as a moral response to Palestinian suffering, a medium to assert solidarity and reject economic support for Israel, and a commitment internalized into daily life. This study contributes to understanding psychological mechanisms sustaining boycott participation beyond previously recorded durations.

Kata Kunci : Boikot, Interpretative Phenomenological Analysis, Mahasiswa, Palestina

  1. S1-2026-500054-abstract.pdf  
  2. S1-2026-500054-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-500054-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-500054-title.pdf