Pengaruh Tipe Wisatawan Mancanegara terhadap Preferensi Kuliner Lokal di Kawasan Prawirotaman Yogyakarta
Pramudya Arya Wibowo, Siti Nurul Rofiqo Irwan, S.P., M.Agr., Ph.D. ; Drs. John Suprihanto, MIM., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata
Keberagaman latar belakang wisatawan mancanegara di Kawasan Prawirotaman menimbulkan tantangan dalam menyelaraskan potensi kuliner lokal sebagai atraksi wisata dengan ekspektasi pengunjung yang berbeda-beda. Permasalahan utama dalam pengembangan kawasan ini adalah adanya keberagaman kebutuhan wisatawan yang tidak terakomodasi melalui strategi pemasaran umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tipe wisatawan mancanegara terhadap preferensi wisata kuliner lokal. Variabel penelitian mencakup tiga tipe wisatawan terhadap kuliner lokal (pencari autentisitas, moderat, dan pencari kenyamanan) (Özdemir & Seyito?lu, 2017) serta sepuluh atribut preferensi kuliner lokal yang mencakup aspek rasa, penyajian, hingga kebersihan (Rahmi & Sudarmiatin, 2022).
Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan melibatkan 169 responden wisatawan mancanegara melalui kuesioner, yang kemudian diperdalam melalui wawancara. Komparatif melibatkan 59 responden wisatawan domestik sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan teknik SEM-PLS untuk menguji hipotesis dan analisis Multi-Group Analysis (MGA) untuk melihat perbedaan pola antar-segmen wisatawan. Hasil penelitian membuktikan bahwa tipe wisatawan berpengaruh sangat kuat dan signifikan terhadap preferensi kuliner lokal dengan nilai koefisien jalur 0,843 dan daya pengaruh (R²) sebesar 71,1%.
Hasil lapangan menunjukkan perbedaan perilaku yang kontras: tipe wisatawan pencari autentisitas terhadap kuliner lokal sangat mengutamakan keunikan rasa dan lebih percaya pada pengalaman langsung daripada ulasan digital. Sebaliknya, tipe pencari kenyamanan sangat bergantung pada ulasan media sosial sebagai alat pencegah risiko serta lebih mementingkan standar kebersihan dan kepastian harga. Wisatawan tipe moderat mencari titik keseimbangan antara keunikan rasa dan kenyamanan melalui perilaku konsumsi yang fleksibel. Secara praktis, pengelola kawasan dapat menerapkan strategi pemasaran yang tersegmentasi; menonjolkan narasi budaya untuk tipe pencari keaslian, serta memperkuat jaminan layanan dan kebersihan untuk tipe pencari kenyamanan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan destinasi kuliner yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
The diverse backgrounds of international tourists in the Prawirotaman area present challenges in aligning the potential of local cuisine as a tourist attraction with varying visitor expectations. A primary issue in the development of this area is the diversity of tourist needs that are not accommodated through generalized marketing strategies. This study aims to analyze the influence of international tourist types on local culinary tourism preferences. The research variables include three types of tourists (authenticity seekers, moderates, and comfort seekers) and ten attributes of local culinary preferences, ranging from taste and presentation to hygiene.
This research employed a mixed-methods approach involving 169 international tourists through questionnaires, followed by in-depth interviews. A comparative element is included by utilizing 59 domestic tourist respondents as supporting data. Data analysis was conducted statistically using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) for hypothesis testing and Multi-Group Analysis (MGA) to examine behavioral patterns across segments. The results demonstrate that tourist type has a very strong and significant influence on local culinary preferences, with a path coefficient of 0,843 and an explanatory power (R²) of 71.1%.
Field findings reveal contrasting behaviors: authenticity seekers prioritize taste uniqueness and rely more on direct experience than digital reviews. Conversely, comfort seekers rely heavily on social media reviews as a risk mitigation tool and place greater importance on hygiene standards and price certainty. Moderate tourists seek a balance between taste uniqueness and comfort through flexible consumption behavior. Practically, area managers can implement segmented marketing strategies by highlighting cultural narratives for authenticity seekers and strengthening service and hygiene guarantees for comfort seekers. This study is expected to serve as a foundation for developing more inclusive and sustainable culinary destinations.
Kata Kunci : Tipe wisatawan mancanegara, preferensi wisata kuliner lokal, Prawirotaman, SEM-PLS