Kekuatan Mekanis Pengelasan Baja Karbon EMS 45 Dengan Variasi Arah Pembebanan Terhadap Sambungan Las
Kholil Muntashir, Ir. M. Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D.
2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINBaja karbon merupakan baja dengan karbon sebagai unsur paduan utama, dengan persentase karbon antara 0,057o - 1,5% Baja yang digunakan dalam penelitian ini adalah EMS 45 dengan korrposisi 98,43%Fe - 0,55%C - 0,l5%Si - 0,72o,/oMn (dalam % berat). dalam penggunaannya banyak dilakukan proses penvanrbungan dengan teknik pengelasan Teknik pengelasan yang digunakan adalah las busur dengan elektroda terbungkus. Penelitian ini menjelaskan pengaruh perbedaan sudut arah pembebanan pada sambungan las terhadap nilai tegangan tarik maksimumnya. Untuk spesimen las sudut, ada 3 variasi sudut sambungan las, yaitu sudut 750, 450 dan 300 Spesimen las dengan sudut 90{) dan 0" juga dipersiapkan untuk mendapatkan nilai tegangan normal dan tegangan geser nraksimum Sedangkan spesimen tanpa las dipersiapkan untuk mendapatkan nilai tegangan tarik maksimum bahan dasar Baja Karbon Sedang EMS 45 Beberapa pengujian yang dilakukan adalah uji komposisi, uji tarik, uji bending, uji kekerasan, dan pengamatan struktur mikro Tegangan tarik maksimum rata-rata spesimen rnaterial dasar adalah 705 MPa, sedangkan tegangan tarik maksimum rata-rata untuk spesimen dengan sudut arah pembebanan g0o terhadap sambungan las - 522 MPa, sudut 750 : 5l I MPa, sudut 45'r:389 MPa, sudut 3O'r:283 MPa dan sudut 0o - 275 MPa. Untuk tegangan bending rata-rata spesinren material dasar adalah 7-/,3 MPa, sedangkan tegangan bending rata-rata untuk spesimen dengan sudut arah pembebanan 90" terhadap sambungan las:56.1 N4Pa, sudut 750 - 56,4 MPa, sudut 450:58,5 MPa dan sudut 30" : 59. I MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa pada uji tarik dengan sudut arah pembebanan yang semakin kecil terhadap sambungan las maka nilai tegangan tarik maksimumnya akan semakin kecil. sedangkan pada uji bending nilai tegangan bendingnya akan semakin besar
Carbon steel is steel with carbon as the primary alloying element, with a carbon content ranging from 0.057° to 1.5%. The steel used in this study was EMS 45, with a composition of 98.43% Fe, 0.55% C, 0.15% Si, and 0.72°/0.00 Mn (in weight percent). In its use, the connection process is often carried out using welding techniques. The welding technique used is arc welding with a covered electrode. This study explains the effect of differences in loading angles on welded joints on their maximum tensile stress values. For fillet weld specimens, there were three variations of weld joint angles: 750°, 450°, and 300°. Welded specimens with 90° and 0° angles were also prepared to obtain maximum normal and shear stress values. Meanwhile, unwelded specimens were prepared to obtain the maximum tensile stress value for the base material, Medium Carbon Steel EMS 45. Several tests were conducted, including composition testing, tensile testing, bending testing, hardness testing, and microstructure observation. The average maximum tensile stress for the base material specimens was 705 MPa, while the average maximum tensile stress for specimens with a loading direction of 0° for the weld joint was -522 MPa, a 750° angle was 511 MPa, a 45° angle was 389 MPa, a 30° angle was 283 MPa, and a 0° angle was -275 MPa. The average bending stress for the base material specimens was 7.3 MPa, while the average bending stress for specimens with a 90" loading angle to the weld joint was 56.1 NPa, for specimens with a 750" angle of 56.4 MPa, for specimens with a 450" angle of 58.5 MPa, and for specimens with a 30" angle of 59.1 MPa. These results indicate that in tensile tests with smaller loading angles to the weld joint, the maximum tensile stress value will be smaller. Meanwhile, in bending tests, the bending stress value will be greater.
Kata Kunci : baja karbon sedang, las busur dengan elektroda terbungkus, tegangan tarik, tegangan normal, tegangan geser, sudut arah pembebanan terhadap sambungan las