Laporkan Masalah

ANALISIS SPASIAL DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DALAM KOMODITAS EKSPOR UNGGULAN DI INDUSTRI EKSPOR KAWASAN BERIKAT DI KABUPATEN MALANG

Zulfallah Augustri, Dr. Raden Rara Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si.

2026 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Sektor industri menjadi salah satu sektor yang menjadi prioritas dalam pembangunan yang diharapkan dapat menjadi peran penting. Sektor industri yang dimiliki akan berguna sebagai dasar pembangunan yang dapat mendorong dan merangsang pertumbuhan pada sektor lain, termasuk dalam kemampuan untuk mempekerjakan tenaga kerja dan penghasil nilai tambah pada ekspor yang dilakukan. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yakni (1) Menganalisis distribusi spasial lokasi industri pelaku ekspor pada kawasan berikat di Kabupaten Malang, (2) Mengidentifikasi dan menganalisis komoditas ekspor unggulan di industri pelaku ekspor pada kawasan berikat di Kabupaten Malang, dan (3) Menganalisis elastisitas penyerapan tenaga kerja pada industri pelaku ekspor pada kawasan berikat di Kabupaten Malang.

Penelitian ini dilakukan dengan deskriptif kuantitatif dengan beberapa metode analisis, seperti analisis Location Quotient (LQ), analisis Shift Share (SS), dan analisis Tipologi Sektoral untuk mengetahui komoditas unggulan pada komoditas ekspor, analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbor Analysis) untuk mengetahui persebaran lokasi industri pelaku ekspor kawasan berikat di Kabupaten Malang dan analisis elastisitas penyerapan tenaga kerja dengan menggunakan perhitungan pertumbuhan tenaga kerja dan pertumbuhan nilai devisa hasil ekspor untuk mengetahui hubungan antara pertumbuhan devisa ekspor dengan penyerapan tenaga kerja. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder berupa data nilai devisa hasil ekspor dan tenaga kerja tiap komoditas ekspor oleh industri pelaku ekspor kawasan berikat di Kabupaten Malang tahun 2022-2024. 

Tahun 2023 dan 2024 diperoleh 12 titik lokasi industri pelaku ekspor kawasan berikat di Kabupaten Malang dengan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran lokasi industri tersebut diindikasikan pola persebarannya adalah regular atau menyebar (dispersed). Hasil dari Location Quotient (LQ), Shift Share (SS), dan diklasifikasikan dengan Tipologi Sektoral menunjukkan bahwa komoditas ekspor unggulan pada industri pelaku ekspor kawasan berikat di Kabupaten Malang terdapat empat komoditas dengan tiga komoditas unggulan, yakni komoditas hasil tembakau, daging ikan, dan barang cetakan dan komoditas pangan olahan yang termasuk sektor terbelakang. Akan tetapi, di tahun 2023 dan 2024 komoditas pada komoditas ekspor cenderung bersifat inelastis dan hanya satu yang elastis yakni komoditas pangan olahan pada tahun 2024 yang menunjukkan peningkatan nilai devisa ekspor tidak diikuti dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja.

The industrial sector is one of the priority sectors in development, expected to play a significant role. The industrial sector will serve as a foundation for development that can drive and stimulate growth in other sectors, including through its capacity to employ labour and generate added value in exports. This study has several objectives, namely (1) to analyse the spatial distribution of export-oriented industrial locations within the bonded zone in Malang Regency, (2) to identify and analyse the leading export sectors among export-oriented industries within the bonded zone in Malang Regency, and (3) to analyse the labour absorption elasticity of export-oriented industries within the bonded zone in Malang Regency.

This study was conducted using a quantitative descriptive approach with several analytical methods, such as Location Quotient (LQ) analysis, Shift Share (SS) analysis, and Sectoral Typology analysis to identify leading commodities in the export sector, Nearest Neighbour Analysis to determine the spatial distribution of export-oriented industries in the bonded zone in Malang Regency, and an analysis of labour absorption elasticity using calculations of labour force growth and growth in export foreign exchange earnings to determine the relationship between export foreign exchange growth and labour absorption. The data used in this study consists of secondary data in the form of export foreign exchange earnings and labour force figures for each export commodity by export-oriented industries in the bonded zone in Malang Regency for the years 2022–2024. 

In 2023 and 2024, 12 industrial locations of export-oriented enterprises in the bonded zone in Malang Regency were identified; the research findings indicate that the distribution pattern of these industrial locations is regular or dispersed. The results of the Location Quotient (LQ), Shift Share (SS), and classification using Sectoral Typology indicate that the leading export sectors among export-oriented industries in the bonded zone of Malang Regency comprise four commodities, with three being leading commodities: tobacco products, fish meat, and printed goods; whilst processed food products are classified as a lagging sector. However, in 2023 and 2024, commodities in the export sector tend to be inelastic, with only one being elastic, namely processed food commodities in 2024, which indicates that an increase in export revenue is not accompanied by an increase in employment.

Kata Kunci : distribusi spasial, ekspor, elastisitas tenaga kerja, sektor unggulan

  1. S1-2026-503647-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503647-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503647-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503647-title.pdf