Konflik pembangunan jalan Ladia Galaska pada kawasan ekosistem Leuser di Provinsi NAD
ZULKARNAIN, Dra. Ratnawati, SU
2005 | Tesis | S2 Ilmu PolitikPembangunan jalan Ladia Galaska diharapkan dapat menghubungkan wilayah Aceh Bagian Barat, Bagian Tengah dan Aceh Bagian Timur yang meliputi Kabupaten Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Timur. Namun demikian, pembangunan ini menimbulkan konflik antara pendukung dan penentangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik dalam pembangunan jalan Ladia Galaska di Popinsi NAD. Faktor penyebab konflik ditinjau dari empat hal yaitu perbedaan pengetahuan atau pemahaman, perbedaan nilai, perbedaan kepentingan, dan perbedaan personal atau latar belakang sejarah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan dari hasil penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi perbedaan pengetahuan atau pemahaman antara pemerintah dan penentang proyek Ladia Galaska, dimana pemerintah memahami bahwa pembangunan proyek Ladia Galaska akan dapat menguntungkan bagi daerah karena dapat membuka isolasi yang ada di daerah. Namun LSM memahami justru lingkunganlah yang akan menjadi rugi karena membelah hutan yang menjadi kawasan ekosistem Leuser. Konflik juga akibat adanya perbedaan nilai ekonomi oleh pemerintah daerah yang menyatakan bahwa ada nilai ekonomi yang cukup tinggi akibat terbukanya isolasi daerah dan menjadi keuntungan ekonomi bagi masyarakat. Namun penentang proyek jalan Ladia Galaska, justru ekonomi biaya tinggilah yang akan terjadi sebagai akibat pemulihan dari bencana kerusakan lingkungan. Kepentingan-kepentingan berbagai pihak juga turut memberikan andil konflik pembangunan jalan Ladia Galaska. Pemerintah daerah menyebut bahwa kepentingan politis satu-satunya adalah adanya pemenuhan salah satu pilar dari empat pilar pembangunan Aceh. Namun demikian, diduga ada kepentingan politik uang dan kepentingan para pembalak kayu (cukong). Kepentingan personal juga menjadi salah satu pemicu konflik proyek jalan Ladia Galaska, dimana ada beberapa pihak yang tidak puas di masa lampau dan tidak ada saling kepercayaan antara pemerintah daerah dan Walhi atau pemerhati lingkungan di masa lampau.
The development of Ladia Galaska Road is expected to be able to connect the Western, Middle, and Eastern of Aceh area consisting of Nagan Raya, Central Ceh, Gayo Lues and East Aceh Regencies. But, this development causes conflict between its supporters and opponents. The purpose of this research is to identify the factors causing the conflict in Ladia Galaska Road development in NAD Province. The factors causing conflict can be identified in four aspects. They are the difference of knowledge and understanding, the difference of value, the difference of interest, the difference of personal matters or historical background. This research is descriptive-qualitative research. The data analysis consists of data reduction, data display, and conclusion from the research results. The result of analysis shows that there’s the difference in knowledge or understanding between the governmen and the opponent of Ladia Galaska Project, in which the government understands that the development of Ladia Galaska Project will be advantageous for the area to open the isolation of the area. But the NGOs understands that the environment will be disanvantageous because the project passes the forest that’s the Leuser Ecosystem Area. The conflict is also as the result of the difference in economic value kept by the local government that there’s high economic value as the result of the opening of area isolation and it will be the advantage of the community. The opponents of Ladia Galaska Road Project said that it will create high cost economic that will happen as a result of the recovery from the environmental damage and natural disasters. The interest of may parties also take part in the conflict of Ladia Galaska Road development. The local government argue that the only political interest is the fulfillment of one of four pillars in Aceh development. But, it’s guessed that there’s money politics and the interest of illegal logging. The personal interest also triggers the conflict of Ladia Galaska Road project, in which there are many parties unsatisfied in the past and there’s no trust between the government and Walhi or the environment viewer in the past.
Kata Kunci : Konflik, Pembangunan Jalan, Ekosistem Leuser