Laporkan Masalah

Gambaran Status Kesehatan Pasca Kelahiran pada Anak dengan Gangguan Perkembangan Psikomotor di RSUP Dr Sardjito

Annisa Nurina Ayuningtyas , Dr. Hj. Cempaka Thursina, Sp.S; dr. H. Imam Rusdi, Sp.S (K)

2007 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Masa anak merupakan masa kritis dalam masa tumbuh kembang manusia. Di negara maju, insidensi gangguan perkembangan 3-10% dari populasi anak, dan 5- 10% terjadi pada anak usia prasekolah. Terdapat beberapa faktor risiko yang memiliki pengaruh cukup besar pada terjadinya gangguan perkembangan psikomotor yaitu: (1) Bayi BLR mempunyai risiko tinggi gangguan dalam perkembangan secara bermakna pada perkembangan bahasa, motorik halus, adaptif dan personal sosial; (2) Bayi cukup bulan dengan durasi ikterus lebih dari empat hari memiliki prevalensi kecacatan neurologis dan perkembangan sebesar 18,6%; (3) Bayi asfiksia memiliki insidensi kerusakan susunan saraf pusat dan gangguan perkembangan sebesar 8%; (4) Bayi dengan kejang neonatal memiliki angka mortalitas 18% dan prognosis sekuel berat yaitu 561/ mengalami epilepsi, 67% keterlambatan motorik dan 63% cerebral palsy. pasca Tujuan: Mengetahui gambaran status kesehatan kelahiran pada anak dengan gangguan perkembangan psikomotor di RSUP DR. Sardjito. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional/non- eksperimental dengan rancangan deskriptif non-analitik pendekatan retrospektif. Tempat pelaksanaan di Instalasi Catatan Medik RSUP DR. Sardjito selama September-Desember 2006. Subjek penelitian adalah anak dengan gangguan perkembangan psikomotor yang berobat jalan pada periode Januari 2005-Desember 2006. Hasil: Anak dengan gangguan perkembangan psikomotor memiliki gambaran status kesehatan pasca kelahiran sebagai berikut kondisi paling banyak adalah asfiksia (21,4%) kemudian diikuti oleh kondisi BLR (20,50%), kejang neonatal (19,0%) dan ikterus (3,8%) dengan jenis kelamin terbanyak anak laki-laki (59,0%) dan usia anak terbanyak pada interval usia 13-72 bulan (74,8%). Simpulan : Status kesehatan pasca kelahiran pada anak dengan gangguan perkembangan psikomotor adalah asfiksia (21,4%), BLR (20,5%), kejang neonatal (19,0%) dan ikterus (3,8%) dengan jenis kelamin terbanyak laki-laki (59,0%) dan usia terbanyak pada interval usia 13-72 bulan (74,8%).

Background: Childhood is critical time in human growth and development period. In the developed countries, development delay incidence is around 3-10% from a total children population, 5-10% occurs in pre-school age. There are risk factors highly affected in psychomotor development delay, such as: (1) Low birth weight, highly risk in significant development delay in language, fine motor, social and personal adaptive; (2) four days extended jaundice in term baby has neurological disability and development delay prevalence 18,6%; (3) asphyxia has central nervous system damages and development delay incidence 8%; (4) neonatal seizure has 18% in mortality and severe sequel prognosis, such as: epilepsy 56%, motor delay 67%, and a cerebral palsy 63%. Objective: To understand description of postnatal health status in children with psychomotor development delay at Dr. Sardjito General Hospital. Method: This experiment is an observational/non experimental with descriptive non analytic design retrospective approach. The experiment occurred in medical record installation Dr. Sardjito General Hospital in September to December 2006. Subject of the experiment is outpatient children with psychomotor developmental delay in January 2005 to December 2006. Result: Children with psychomotor development delay has postnatal health status description: asphyxia (21,4%), Low Birth Weight (20,5%), neonatal seizure (19%) and jaundice (3,8%). The majority sex occurred in male (59%). The majority age interval occurred in 13-72 months (74%). Conclusion: Psychomotor development occurred in asphyxia (21,4%), low birth weight (20,5%), delay mostly neonatal seizure (19%), jaundice (3,8%) as children's postnatal health status. The majority sex occurred in male (59%). The majority age interval occurred in 13-72 months (74%).

Kata Kunci : gangguan perkembangan psikomotor, icterus, kejang neonatal, BLR, asfiksia, psychomotor development delay, asphyxia, jaundice, neonatal seizure, low birth weight.

  1. S1-FKU-2007-175123-Annisa-Nurina-Ayuningtyas-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-2007-175123-Annisa-Nurina-Ayuningtyas-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-2007-175123-Annisa-Nurina-Ayuningtyas-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-2007-175123-Annisa-Nurina-Ayuningtyas-title.pdf