Studi Komparatif Koagulasi-Flokulasi dan Ozonasi Sebagai Pra-Perlakuan untuk Meningkatkan Dewatering Lumpur Tambang Batubara
Rokhmadiah Syafira, Ir. Johan Syafri Mahathir Ahmad, ST., M.Eng., Ph.D., IPM.
2026 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Industri
pertambangan batubara memainkan peran penting dalam pasokan energi global dan
perekonomian nasional, namun menghasilkan air limpasan yang mengandung logam
terlarut, total suspended solids (TSS), serta Acid Mine Drainage
(AMD), yang berpotensi mencemari lingkungan. Pengolahan konvensional
menggunakan settling pond hanya memindahkan polutan dari fase cair ke
padat, sehingga menghasilkan efluen fluktuatif dan akumulasi lumpur bervolume
besar dengan kadar air tinggi serta filterabilitas rendah, yang meningkatkan
kebutuhan lahan pengeringan dan biaya operasional.
Penelitian ini
bertujuan untuk mengkarakterisasi air dan lumpur limpasan batubara, serta
mengevaluasi efektivitas pra-perlakuan koagulasi-flokulasi dan ozonasi dalam
meningkatkan filterabilitas dan efisiensi proses dewatering.
Karakterisasi meliputi kualitas air (pH, TSS, Fe, Mn) dan sifat lumpur (ukuran
partikel, zeta potensial, kadar air, serta filterabilitas). Pra-perlakuan dilakukan
melalui proses koagulasi-flokulasi dengan
menggunakan PAC, FeCl?, dan Al?(SO?)?, serta proses ozonasi yang dikendalikan
berdasarkan variasi dosis dan nilai oxidation reduction potential (ORP). Evaluasi kinerja dilakukan
melalui uji filtrasi, penurunan kekeruhan, peningkatan filterabilitas, indeks
performa (IP), dan analisis biaya operasional.
Hasil
menunjukkan karakterisasi lumpur memiliki TSS tinggi (86.540-533.100 mg/L) yang
melebihi Standar Baku Mutu Air Limbah Tambang Batubara dan Lignit sebesar 400
mg/L, ukuran partikel dominan 1,66-7,33 µm, dan zeta potensial sangat negatif
(-24,37 hingga -37,43 mV), mengindikasikan kestabilan koloid tinggi. Ozonasi
berbasis ORP menurunkan kekeruhan 90-97?n meningkatkan filterabilitas, namun
menyebabkan penurunan pH, peningkatan TDS, serta biaya operasional tinggi (Rp
213-688 per liter) dengan IP 2,66- 8,11yang tercemar ringan ke sedang.
Koagulasi-flokulasi dengan FeCl? memberi performa stabil memenuhi baku mutu
yang baik dengan IP 0,51-0,69 dan biaya lebih ekonomis (Rp 50-150 per liter).
Maka, FeCl? merupakan metode pra-perlakuan paling efektif dan efisien secara
teknik dan ekonomi, sedangkan ozonasi dosis rendah dapat digunakan sebagai
metode tambahan untuk mendukung pengelolaan lumpur tambang batubara secara
berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi
strategi pengolahan lumpur yang optimal dan ramah lingkungan.
The
coal mining industry significantly contributes to global energy supply and
national economic development, yet it generates runoff containing dissolved
metals, total suspended solids (TSS), and Acid Mine Drainage (AMD), which pose
serious environmental risks. Conventional treatment using settling ponds
primarily transfers pollutants from the liquid phase to the solid phase,
resulting in fluctuating effluent quality and large volumes of sludge with high
moisture content and poor filterability, increasing land requirements and operational
costs.
This
study aims to characterize coal mine drainage water and sludge, and to evaluate
the effectiveness of coagulation-flocculation and ozonation pretreatment in
improving sludge filterability and dewatering efficiency. Water quality parameters
(pH, TSS, Fe, Mn) and sludge properties (particle size, zeta potential,
moisture content, and filterability) were analyzed. Pretreatment methods
included coagulation-flocculation using PAC, FeCl?, and Al?(SO?)?, and
ozonation controlled by dosage and real-time oxidation-reduction potential
(ORP). Performance evaluation was conducted through filtration tests, turbidity
reduction, filterability improvement, performance index (IP), and operational
cost analysis.
The
results show that the sludge characterization exhibited high TSS levels (86,540-533,100
mg/L), exceeding the Coal and Lignite Mining Wastewater Quality Standard of 400
mg/L. The particle size was predominantly in the range of 1.66-7.33 µm, and the
zeta potential was highly negative (-24.37 to -37.43 mV), indicating strong
colloidal stability. ORP-based ozonation reduced turbidity by 90-97% and
improved filterability; however, it caused a decrease in pH, an increase in
TDS, and relatively high operational costs (Rp 213-688 per liter), with an IP value
of 2.66-8.11, indicating light to moderate pollution conditions. In contrast,
coagulation-flocculation using FeCl? showed stable performance that met the
acceptable quality standards, with a good condition and an IP value of 0.51-0.69,
as well as more economical operational costs (Rp 50-150 per liter). Therefore,
FeCl? is identified as the most effective and efficient pretreatment method in
terms of both technical and economic performance, while low-dose ozonation can
be considered as a supplementary method to support sustainable coal mine sludge
management. These findings are expected to serve as a basis for recommending an
optimal and environmentally friendly sludge treatment strategy.
Kata Kunci : Dewateing, Filterability, Coagulation-flocculation, Coal mine runoff sludge, Ozonation