PEMBUATAN PETA PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN BERBASIS SUPPORT VECTOR MACHINE DAN KESESUAIANNYA DENGAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DI KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2021-2025
Muhammad Faiz Mutti, Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc
2026 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI SURVEI DAN PEMETAAN DASAR
Kota Tasikmalaya sebagai pusat kawasan metropolitan Priangan Timur mengalami perkembangan wilayah yang pesat, ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pembangunan infrastruktur. Pertumbuhan penduduk dari 723.921 jiwa pada tahun 2021 menjadi 759.370 jiwa pada tahun 2025 mendorong peningkatan kebutuhan lahan dan berimplikasi pada perubahan tutupan lahan, khususnya konversi lahan non-terbangun menjadi lahan terbangun. Perubahan tutupan lahan dan pemanfaatan ruang yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tasikmalaya serta berdampak pada degradasi lingkungan. Oleh karena itu, proyek akhir ini bertujuan untuk memetakan perubahan tutupan lahan di Kota Tasikmalaya pada periode 2021–2025 serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap RTRW sebagai dasar pendukung perencanaan tata ruang yang berkelanjutan.
Data yang digunakan dalam proyek akhir ini meliputi citra satelit Sentinel-2 tahun 2021 dan 2025, batas administrasi Kota Tasikmalaya, data survei lapangan, street view, serta peta RTRW Kota Tasikmalaya tahun 2011–2031. Citra Sentinel-2 selanjutnya diproses melalui tahap pra-pemrosesan berupa resampling untuk menyeragamkan resolusi spasial serta pemotongan sesuai dengan batas wilayah kajian. Tahap berikutnya adalah pembuatan data pelatihan (training data) yang kemudian diuji keterpisahannya menggunakan uji separabilitas dengan ambang batas nilai >1,7. Data pelatihan yang memenuhi kriteria digunakan untuk klasifikasi tutupan lahan menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM), dilanjutkan dengan proses post-classification dan uji akurasi dengan ambang batas ?85%. Hasil klasifikasi yang memenuhi kriteria akurasi menghasilkan peta sebaran tutupan lahan tahun 2021 dan 2025, yang selanjutnya dianalisis menggunakan overlay raster untuk menghasilkan peta perubahan tutupan lahan serta peta kesesuaian tutupan lahan terhadap RTRW.
Hasil proyek akhir menunjukkan bahwa persebaran tutupan lahan di Kota Tasikmalaya pada tahun 2021 dan 2025 memiliki pola yang relatif serupa dengan dominasi daerah pertanian dan vegetasi bukan pertanian yang mencakup lebih dari separuh wilayah kajian. Metode klasifikasi terbimbing menggunakan algoritma SVM pada citra Sentinel-2 mampu menghasilkan tingkat akurasi yang baik, dengan nilai overall accuracy sebesar 86% pada tahun 2021 dan 87% pada tahun 2025, sehingga memenuhi ambang batas ketelitian yang ditetapkan. Analisis perubahan tutupan lahan menunjukkan bahwa ekspansi kawasan permukiman terutama berasal dari konversi lahan terbuka seluas 910,47 ha dan daerah pertanian seluas 236,63 ha, sementara sebagian besar tutupan lahan tetap mempertahankan kelasnya, seperti permukiman seluas 3.750,15 ha dan daerah pertanian 5.192,64 ha. Hasil analisis kesesuaian dengan RTRW mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara kondisi eksisting dan rencana tata ruang, di mana realisasi lahan terbangun baru mencapai sekitar 28,5?ri luasan yang direncanakan, sementara luasan lahan pertanian dan vegetasi melebihi ketentuan RTRW.
Tasikmalaya City, as the center of the East Priangan metropolitan area, has experienced rapid regional development marked by population growth and infrastructure expansion. The population increased from 723.921 inhabitants in 2021 to 759.370 in 2025, leading to higher land demand and resulting in land cover changes, particularly the conversion of non-built-up areas into built-up land. Uncontrolled land cover change and land use utilization may cause inconsistencies with the spatial planning of Tasikmalaya City and potentially contribute to environmental degradation. Therefore, this final project aims to map land cover changes in Tasikmalaya City during the 2021–2025 period and evaluate their conformity with the RTRW as a basis for sustainable spatial planning.
The data used in this study include Sentinel-2 satellite imagery from 2021 and 2025, administrative boundary data, field survey data, street view observations, and the RTRW map of Tasikmalaya City for 2011–2031. Sentinel-2 imagery was pre-processed through resampling to standardize spatial resolution and cropping according to the study area boundary. Training data were then prepared and tested using separability analysis with a threshold value greater than 1.7. Qualified training samples were used for land cover classification using the Support Vector Machine (SVM) algorithm, followed by post-classification processing and accuracy assessment with a minimum threshold of 85%. The validated classification results produced land cover distribution maps for 2021 and 2025, which were further analyzed using raster overlay to generate land cover change maps and land cover suitability maps with respect to the RTRW.
The results indicate that land cover distribution in Tasikmalaya City in 2021 and 2025 shows relatively similar patterns, dominated by agricultural areas and non-agricultural vegetation covering more than half of the study area. The supervised classification using the SVM algorithm achieved good accuracy, with overall accuracy values of 86% in 2021 and 87% in 2025. Land cover change analysis reveals that settlement expansion mainly originated from the conversion of open land (910,47 ha) and agricultural areas (236,63 ha), while most land cover classes remained unchanged, including settlements (3.750,15 ha) and agricultural areas (5.192,64 ha). Suitability analysis with the RTRW indicates discrepancies between existing conditions and spatial planning, where built-up land realization has only reached approximately 28.5% of the planned allocation, while agricultural and vegetation areas exceed the RTRW provisions.
Kata Kunci : tutupan lahan, support vector machine, Sentinel-2, perubahan lahan, RTRW, Kota Tasikmalaya.