Laporkan Masalah

Demokrasi dalam organisasi Mapalus di Minahasa :: Studi kasus di desa Tumaluntung Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan

SENDOW, Yurnie, Dr. Purwo Santoso, MA

2005 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Tesis ini berupaya menjelaskan keterkaitan antara prinsip – prinsip demokrasi dengan organisasi Mapalus yang ada di Minahasa. Indikator yang dipilih untuk menjelaskan prinsip – prinsip demokrasi tersebut adalah partisipasi, kebebasan, keterbukaan, toleransi dan keadilan. Sedangkan organisasi mapalus yang dijadikan kajian adalah organisasi Mapalus Tani Bina Karya Generasi Muda Dusun III Desa Tumaluntung Kecamatan Tareran. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dalam arti mendeskripsikan dan menginterpretasikan kondisi atau hubungan yang ada, proses yang sedang berkembang atau fakta yang ada. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis deskriptif untuk mengetahui gambaran sejauh mana pelaksaaan prinsip-prinsip demokrasi dalam organisasi mapalus tani Bina Karya Generasi Muda Dusun III Desa Tumaluntung Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan Hasil Penelitian menunjukan adanya pelaksanaan demokrasi dalam organisasi Mapalus Tani dusun III Desa Tumaluntung ini terbukti adanya:Pertama, penerapan prinsip partisipasi yang dapat dilihat dengan adanya keterlibatan anggota dalam perencanaan program,pengambilan keputusan, pelaksanaan keputusan dan pengawasan atas pelaksanaan keputusan. Kedua, penerapan prinsip kebebasan anggota yang dapat dilihat dari adanya kebebasan anggota dalam menyampaikan pendapat, berkumpul, dan menyampaikan kritikan. Ketiga, penerapan prinsip keterbukaan yang dapat dilihat dengan adanya ketersedian ruang informasi dari pengurus untuk menyampaikan mengenai berbagaikebijakan termasuk landasan pengambilan keputusan, proses,, konsekuensi dan siapa yang bertanggung jawab atas keputusan tersebut, adanya akses bagi setiap anggota terhadap administrasi organisasi, adanya informasi dan masuka-masukan anggota kepada pengurus. Keempat, penerapan prinsip toleransi yang dapat dilihat dari adanya penghargaan pengurus terhadap pendapat anggota dan adanya kesediaan untuk mendengar pendapat orang lain. Kelima, penerapan prinsip keadilan yang dapat dilihat dari adanya pembagian jadwal yang sama tempat pelaksanaan pekerjaan, pembagian jadwal yang sama tempat pelaksanaan pertemuan rutin/ rapat anggota rutin, adanya pembagian yang sama pendapatan organisasi dan adanya kesempatan yang sama bagi setiap anggota dalam menyampaikan pendapat Organisasi Mapalus sebagai warisan luhur dari kebudayaan minahasa sangat perlu untuk dilestarikan dan dikembangkan karena sesuai dengan nilai – nilai umum yang berlaku dalam percaturan dunia yaitu demokrasi sehingga dapat menjadi modal sosial dalam kehidupan masyarakat Desa Tumaluntung

This thesis attempts to depict the relationship between principles of democray and Mapalus organization in Minahasa. The indicators used for explaining the principles of democracy are participation, freedom, transparency, toleration and justice. The studied Mapalus organization is Mapulus Tani Bina Karya Generasi Muda in sub-village III at Tumaluntung village in Tareran district. Method applied in this research is a descriptive qualitative research. It means that the research describes and interprets the existing condition or relation, the ongoing process or the existing fact. Technique of analyzing data employs descriptive analysis model in order to figure out how the implementation of the principles of democracy in Mapalus Tani Bina Karya Generasi Muda on sub-village III at Tumaluntung village in Tareraran district in South Minahasa regency is. The result of the research shows that the principles of democracy are implemented in Mapalus organization on sub-village III at Tumaluntung Village as proven by first, the implementation of participation principle as seen through the involvement of the members in program planning, decision making, decision implementation, and control over the decision implementation. Second, the application of member’s freedom as detected in the freedom of the members to express ideas, gather, and utter criticism. Third, the implementation of transparency principle as portrayed through the availability of information from board of management concerning various policies including the ground for decision making, process, consequence and who are supposed to be responsible for the decision, the access for each member to the administration of the organization, the availability of information and suggestion from the members to board of management. Fourth, the application of Toleration principle in terms of giving reward to the members and considering the suggestion from other member. Fifth, the conduction of justice principle as displayed in the schedule distribution for place of work, place of routine meeting, and in the share of the income of the organization as well as the same opportunity for the members to express opinion. Mapalus organization as the ancient heritage of Minahasan culture must be preserved and developed because it is in accordance with general values in the world namely democracy so that it may become social capital for social life in Tumaluntung village.

Kata Kunci : Demokrasi, Organisasi Mapalus, Democracy, Mapalus organization, Principle of Participation, Principle of Freedom, Principle of Transparency, Principle of Toleration, Principle of Justice.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.