Perkembangan industri kecil kerajinan enceng gondok dan konstribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja serta pendapatan pekerja di desa Bugel kecamatan Panjatan kabupaten Kulonprogo
Vani Gallant, Sudrajat, S.Si., M.P.; Sri Rahayu Budiani, S.Si., M.Si.
2006 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTerbatasnya kesempatan kerja yang mampu disediakan sektor formal dan kejenuhan pada sektor pertanian membawa permasalahan pengangguran dan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat bagi suatu wilayah utamanya pedesaan. Mengacu pada alasan tersebut dilakukan penelitian mengenai industri kecil dan perkembangannya terkait dengan potensinya dalam memecahkan permasalahan tersebut. Hal ini juga dilandasi oleh karakter dan sifat industri kecil yang begitu fleksibel dan mudah diakses oleh sebagian besar masyarakat dan mempunyai daya tahan yang cukup baik. Tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji perkembangan industri kecil kerajinan enceng gondok di Desa Bugel dan peranan industri tersebut terhadap penyerapan tenaga kerja, serta mengetahui besar sumbangan upah dari industri kerajian enceng gondok terhadap peningkatan pendapatan pekerjanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus untuk pengumpulan data primer, yaitu dengan mengumpulkan data dan informasi berdasarkan keadaan di lapangan dengan responden seluruh populasi pelaku industri yaitu pekerja dan pengusaha industri kerajinan enceng gondok di Desa Bugel. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait, seperti BPS Propinsi DIY, BPS Kabupaten Kulonprogo, Dinas Perindustrian Propinsi DIY. dan Kantor Kepala Desa setempat. Selanjutnya untuk pencapaian tujuan penelitian, data-data tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisa statistik berupa analisa tabel frekuensi, tabel silang, korelasi Product Moment (Pearson), korelasi non-parametrik dan analisa regresi berganda menggunakan komputer dengan software SPSS 11.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sekian faktor input produksi yang menyusun industri, yang paling berpengaruh dalam perkembangan industri kerajinan enceng gondok di Desa Bugel yaitu besar skala produksi yang dihasilkan unit industri dan faktor tenaga kerja. Sehingga dalam kelanjutan perkembangannya industri kerajinan tersebut memang terbukti cukup berpotensi dalam menyerap tenaga kerja. Selain itu kontribusi lain yang disumbangkan oleh industri kerajinan ini ialah perolehan pendapatan bagi tenaga kerja yang terlibat dalam aktivitas industri ini.
Limited job opportunities which are provided by formal sector and agriculture sector bring about unemployement problem and other problem such as social eonomic welfare on some region, especially in rural area. That reasons are became the interests of this study, which try to explore all of small industry development and their potency to solve that problem. Besides, small industry has unique characteristics such as more flexible than other kind's of industry, easy accessed by most people, and also great stronghold survive. The aim of this study is to investigate the small industry of waterhyacinth handycraft development in Desa Bugel and their important role in absorbing labour, and investigate the contribution to grow up their labor wages. Primary data in this study was taken through case study method, that's mean data and information recorded from all of industry population wich consist of owners of industries, and labour in that industries. The second data are taken from varies institution such as BPS DIY, BPS Kulonprogo, Diperindag DIY, and Kantor Kepala Desa Bugel. While for achieving the aim of using statistic analysis such as frequency table analysis, cross table, Product Moment corelations and using computer software SPSS 11.5. The survey result show us that production scale and labor gives a strong influence on development of waterhyacinth handycraft activities more than other varies industry input factor's wich build up the industry. So that the labour absorbing are really proved on the sustainable development waterhyacinth handycraft industry. Besides the other contribution that created by handycraft industry are grow up of labour wages which work on the waterhyacinth handycraft industry in Desa Bugel.
Kata Kunci : Perkembangan, Industri, Penyerapan, Tenaga kerja, Pendapatan, Development, Industry, Absorbing, Labour, Wages