Laporkan Masalah

Penggunaan foto udara dan sistem informasi geografis untuk identifikasi sebaran permukiman kumuh dan tingkat prioritas perbaikan disebagian kota Surabaya

Veni Ayu Tri Wardhani, Dra. Endang Saraswati, M.S.,Barandi Sapta Widartono, S.Si.

2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memanfaatkan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk memperoleh data yang dapat digunakan dalam evaluasi sebaran permukiman kumuh dan untuk menentukan tingkat prioritas perbaikannya di sebagian Kota Surabaya, yang meliputi Kecamatan Genteng, Tegalsari, Tambaksari, Gubeng, Tenggilis Mejoyo, Wonokromo, dan Wonocolo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengharkatan dan pembobotan dimana jumlah total dari semua parameter akan digunakan untuk menentukan klas permukiman kumuh. Berdasarkan peta sebaran permukiman kumuh serta parameter yang berpengaruh (jumlah dan bobot) dan sejauh parameter tersebut bisa diperbaiki maka akan diperoleh rekomendasi prioritas perbaikan kualitas lingkungan permukiman kumuh. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini berupa data penginderaan jauh yaitu foto udara skala 1: 10.000 tahun 2001 yang digunakan untuk melakukan interpretasi parameter-parameter yang mempengaruhi permukiman kumuh antara lain kepadatan bangunan, ukuran bangunan, keteraturan bangunan, kondisi permukaan jalan masuk, lebar jalan masuk dan lahan kosong, dan data yang diperoleh secara terestrial yaitu genangan bahaya banjir, prasarana air bersih, sanitasi, tempat pembuangan sampah, saluran air limbah rumah tangga dan keadaan umum bangunan. Data sekunder yang digunakan yaitu peta genangan / peta jaringan drainase, peta digital jaringan sungai dan saluran, juga data kependudukan dan sosial-ekonomi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebaran permukiman kumuh dan rekomendasi prioritas perbaikan permukiman kumuh sebagian Kota Surabaya. Permukiman kumuh terdapat di sebagian kecil Kota Surabaya yang tersebar di kecamatan Wonokromo, Tambaksari, Gubeng, Wonocolo, Genteng, Tenggilis Mejoyo dan Tegalsari seluas 1350,614 Ha atau 29% dari luas wilayah. Permukiman kumuh tersebut diantaranya disebabkan oleh kondisi permukiman yang kurang memenuhi syarat kesehatan, kondisi jalan sempit dan berlubang, saluran air yang tersumbat oleh kotoran, dan juga kondisi rumah yang berhimpitan. Parameter yang direkomendasikan untuk diperbaiki dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan permukiman kumuh yaitu perbaikan sarana sanitasi masyarakat terutama pembuatan saluran pembuangan air limbah rumah tangga, kebersihan lingkungan, ketersediaan sarana air bersih serta pelebaran dan pengerasan jalan.

The aim of the research is to utilize the remote sensing technique and Geographic Information System to collect the required spatial data in order to evaluate the slum area distribution and to determine the priority level of the improvement in a parts of Surabaya municipality which are sub district of Genteng, Tegalsari, Tambaksari, Gubeng, Tenggilis Mejoyo, Wonokromo and Wonocolo. This research uses the method of scoring and weighting in which the total numbers of the parameters will be used to determine the classes of the slums. Based on the map of the slum arae distribution, and the influential (quantity and weighty) and reparable parameters, the improvement priority of the slum area can be found. The primary data used in this research are : first, the remote sensing data such as black/white panchromatic aerial photographs on a scale of 1: 10.000 in 2001 th werw used to interpreted parameters that influence on the slum area such as the crowd of the building, it's size and order, the entrance's width, empty area, while the second one is, the terrestrial data such as flood hazard, infrastucture of drinking water, sanitary, litter box, house gutters and the general condition of the buildings. The secondary data used are the map of flooded area /drainage map, river flow digital map and the demographic and sosio-economical data. The result of the research is that the map of the slum area distribution and the priority of the slum area improvement in certain parts of Surabaya. The slum area are found in some parts of Surabaya Municipality which spreads in about seven sub districts Wonokromo, Tambak Sari, Gubeng, Wonocolo, Genteng, Tenggilis Mejoyo and Tegalsari which is 1350,614 Ha in width. The emergence of the slums area are mainly caused by some factors such as : the living condition that is not sanitary, the narrow and perforate roads, the gutters wich is clogged up by rubish and the crowded houses. The parameters recomended to be fixed in order to increase the life quality of the slum are the improvement of sanitary equipment espesially household wastes, clean water supplies, the widening and hardening of the road.

Kata Kunci : Permukiman kumuh,Foto udara,sistem informasi geografis,Surabaya,Jawa Timur

  1. S1-2004-115858-abstract.pdf  
  2. S1-2004-115858-bibliography.pdf  
  3. S1-2004-115858-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2004-115858-title.pdf