Laporkan Masalah

Kegunaan foto udara pankromatik hitam putih berskala 1 : 5.000 tahun 1987 untuk mendeteksi persebaran permukiman penduduk yang berpendapatan di bawah garis kemiskinan di kecamatan Matraman wilayah kota Jakarta Timur

Verdinal Achramsyah, Prof. Dr. R.Sutanto

1992 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Matraman Wilayah Kota Jakarta Timur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tujuan penelitian adalah, pertama untuk menjelaskan agihan keruangan permukiman penduduk yang berpendapatan di bawah garis kemiskinan di daerah penelitian dan kedua untuk dapat menjelaskan seberapa jauh ketelitian foto udara pankromatik hitam putih berskala 1: 5.000 tahun pemotretan 1987 dapat digunakan untuk mendeteksi tujuan pertama tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penginderaan Jauh (Remote Sensing) secara visual dengan pendekatan unit lingkungan dan kerja lapangan untuk memperoleh data pendapatan penduduk yang kemudian diidentifikasi dengan hasil interpretasi foto udara. Hasil identifikasi ini mencerminkan persebaran permukiman penduduk yang berpendapatan di bawah garis kemiskinan digambarkan ke dalam bentuk peta. Analisa yang dipakai adalah analisa kuantitatif dengan metode statistik guna mencari hubungan antara variabel fisik yang disadap dari foto udara dan variabel sosial ekonomi (tingkat pendapatan penduduk) yang diperoleh di lapangan. Hasil yang diperoleh adalah berupa tabel-tabel data peta persebaran penduduk yang berpendapatan di bawah garis kemiskinan. Dari tabel atau peta dapat diketahui daerah atau kelurahan yang paling banyak penduduk miskinnya, yakni terdapat di Kelurahan Utankayu Selatan dengan jumiah 1.248 rumah mukim, dan yang paling sedikit di Kelurahan Kebon Manggis 360 rumah mukim, Kelurahan Utankayu Utara 438 rumah mukim. Kelurahan Palmeriam 426 rumah mukim. Setelah dilakukan uji ketelitian hasil interpretasi foto udara yang diidentifikasi dengan tingkat pendapatan penduduk di daerah penelitian, diperoleh ketelitian sebesar 88% dari 52 blok permukiman yang diteliti, atau jumlah biok permukiman yang berpendapatan di bawah garis kemiskinan ada 49 blok yang tersebar di setiap kelurahan, sisanya adalah 3 blok tidak termasuk permukiman yang berpendapatan di bawah garis kemiskinan. Tiga blok ini berdasarkan interpretasi foto udara tergolong kategori miskin, karena total skor indikator permukimannya terma-suk kategori miskin. Akan tetapi hasil kerja lapangan ternyata tingkat pendapatan penduduknya di atas garis kemiskinan, sungguhpun kualitas rumahnya jelek. Hal ini disebabkan karena ada beberapa penghuni yang memperoleh pendapatan tambahan selain pendapatan utamanya. yang lebih banyak dari pendapatan utama tersebut, sehingga total pendapatan keluarga menjadi tinggi (di atas garis kemiskinan).

-

Kata Kunci : Kegunaan foto udara; Permukiman penduduk; Foto udara pankromatik hitam putih; kemiskinan

  1. S1-1992-2864-abstract.pdf  
  2. S1-1992-2864-bibliography.pdf  
  3. S1-1992-2864-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1992-2864-title.pdf