Karakteristik Perambatan Retak Aluminium Paduan 6,4% SI – 1,93% FE Yang Di-Squeeze Casting Dengan Variasi Tekanan Dan R = 0,1
Gunawan Krishna Wijaya, Dr. Eng. Priyo Tri Iswanto, ST., M. Eng
2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perambatan retak aluminium paduan 6,4% Si – 1,93% Fe yang di-squeeze casting dengan variasi tekanan dan R = 0,1 Pada pengujian ini spesimen dilebur sampai suhu 750°C, dituang pada cetakan dengan suhu 400°C. Kemudian dilakukan proses penekanan dengan menggunakan alat penekan hidrolis pada tekanan 50 MPa, 75 MPa, dan 100 MPa hingga logam cair membeku. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jumlah porositas mengalami penurunan, yang mencapai nilai maksimal pada tekanan 75 MPa yaitu sebesar 63% dari jumlah porositas spesimen yang dicor tanpa proses penekanan. Sedangkan hasil pengujian perambatan retak menunjukkan bahwa laju perambatan retak mengalami penurunan pada bahan yang mengalami proses penekanan saat pengecoran (squeeze casting), dibandingkan bahan yang tidak mengalami proses penekanan. Namun bila tekanan yang diberikan saat pengecoran dinaikkan, tidak terjadi penurunan laju perambatan retak secara signifikan. Perbandingan laju perambatan retak spesimen dari lokasi atas hasil pengecoran dengan spesimen dari lokasi tengah menunjukkan bahwa, laju perambatan retak spesimen tengah mempunyai nilai yang lebih besar dibanding laju perambatan retak spesimen atas.
This study aims to determine the crack propagation characteristics of a 6.4% Si – 1.93% Fe aluminum alloy subjected to squeeze casting with varying pressures and R = 0.1. In this test, the specimen was melted to 750°C and poured into a mold at 400°C. Then, a hydraulic press was pressed at pressures of 50 MPa, 75 MPa, and 100 MPa until the molten metal solidified. The test results showed a decrease in porosity, reaching a maximum value at 75 MPa, which was 63% of the porosity of the specimen cast without a squeeze process. Meanwhile, the crack propagation test results showed a decrease in the crack propagation rate in the material subjected to squeeze casting compared to the material without a squeeze process. However, increasing the pressure applied during casting does not significantly reduce the crack propagation rate. A comparison of the crack propagation rate of the specimen from the top location of the casting with that of the specimen from the middle location shows that the crack propagation rate of the middle specimen is greater than that of the top specimen.
Kata Kunci : Karakteristik, Perambatan Retak Aluminium, Squeeze Casting, Variasi Tekanan