Filogeografi Hiu Berjalan Halmahera (Shark (Hemiscyllium halmahera, Allen, Erdmann dan Dudgeon, 2013) Berdasarkan Gen ND4
Raihan Widarianto Putra, Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si
2026 | Skripsi | BIOLOGI
Hiu berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) adalah salah satu dari sembilan spesies dalam genus Hemiscyllium, endemik di Halmahera, Maluku Utara. Populasinya telah menurun akibat tekanan perikanan dan degradasi habitat. Sebagai spesies yang terkait dengan terumbu karang dangkal dengan sebaran yang sangat terbatas, spesies ini diduga tidak mampu melintasi kedalaman lebih dari 50 meter. Oleh karena itu, pemahaman tentang keanekaragaman genetik dan struktur populasinya sangat penting untuk pengelolaan konservasi yang efektif. Studi ini menyelidiki keanekaragaman genetik dan filogeografi H. halmahera di Maluku Utara menggunakan Barcoding DNA gen mitokondria ND4. Enam belas sampel berhasil diurutkan dari tiga lokasi di sekitar pulau Morotai: Kokoya (n=2), Dodola (n=8), dan Saminyamau (n=6). Sampel tambahan diperoleh dari Ternate (n=2) dan Teluk Weda (n=2) melalui studi sebelumnya. Analisis dua puluh urutan gen ND4 (648 bp) mengungkapkan 13 situs variabel dan tujuh haplotip berbeda di seluruh Maluku Utara. Keragaman haplotip (h) berkisar dari 0,00 hingga 1,00, sedangkan keragaman nukleotida (?) berkisar dari 0,0000 hingga 0,0108. Hasil AMOVA menunjukkan diferensiasi genetik yang signifikan di antara lima lokasi (FST = 0,356; P < 0 xss=removed>
Halmahera walking shark (Hemiscyllium halmahera) is one of nine species in the Hemiscyllium genus, endemic to Halmahera, North Maluku. Its population has been declining due to artisanal fishing pressure and habitat degradation. As a shallow reef-associated species with a highly restricted distribution range, it is suspected to be unable to traverse depths greater than 50 meters. Therefore, understanding its genetic diversity and population structure is crucial for effective conservation management. This study investigates genetic diversity and phylogeography of H. halmahera in North Maluku through DNA Barcoding of the Mitochondrial ND4 gene. Sixteen samples were successfully sequenced from three locations around Morotai island: Kokoya (n=2), Dodola (n=8), and Saminyamau(n=6). Additional sequences were obtained from Ternate (n=2) and Weda Bay (n=2) through previous studies. Analyses of twenty ND4 gene sequences (648 bp) revealed 13 variable sites and seven distinct haplotypes across North Maluku. Haplotype diversity (h) ranged from 0.00 to 1.00, while nucleotide diversity (?) ranged from 0.0000 to 0.0108. AMOVA results revealed significant genetic differentiation among the five locations (FST = 0.356; P < 0 xss=removed>
Kata Kunci : Barcoding DNA, Jaringan Haplotipe, Hemiscyllium halmahera, ND4, Filogeografi