Laporkan Masalah

Orientasi ekonomi dalam politik luar negeri Jepang :: Studi kasus keterlibatan Jepang dalam perang Irak Kuwait

WICAKSONO, Danang, Prof.Dr. Mohtar Mas'oed

2005 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan membuktikan adanya kepentingan ekonomi dalamsetiap pola gerak politik luar negeri Jepang. Dalam tulisan ini diambil kasus keterlibatan Jepang dalam perang Irak – Kuwait. Hipotesis yang diajukan adalah dalam perang Irak – Kuwait Jepang memiliki kepentingan ekonomi sebagai nilai lebih yang diperjuangkan daripada tuntutan peran aktif Jepang dalam upaya penciptaan perdamaian. Dalam penelitian kualitatif ini diawali dengan tekanan Amerika Serikat terhadap sikap pasif Jepang terhadap krisis Internasional. Kebijakan luar negeri yang harus diambil menjadi sangat sulit mengingat pasal 9 Konstitusi Jepang membatasi Keterlibatan Jepang dalam segala bentuk perang. Tarik menarik kepentingan menjadi sangat terlihat manakala tekanan Amerika Serikat menjadi sangat berpengaruh terhadap persepsi negara-negara Timur – Tengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan Jepang dalam krisis Perang Irak – Kuwait bukan semata – mata menanggapi desakan untuk berperan aktif dalam menghadapi krisis internasional melainkan memperjuangkan kepentingan ekonominnya yaitu : Kepentingan minyak, Pasar Industri Jepang di Amerika Serikat, dan kepentingan kelompok bisnis (Elit Ekonomi) Jepang.

This research is aimed to study and demonstrate economic interests in every movement pattern of Japan foreign politics. The research considers Japan involvement in Iraq-Kuwait War as case study. The hypothesis proposed is that in Iraq-Kuwait War, Japan had economic interests as an added value worth to pursue compare to the demand of Japan active role in the effort of peace making. This qualitative study begins with the United States pressures on Japan’s passive attitude toward international crises. Considering article 9 of Japan’s Constitution that limited Japan involvement in any kind of war, Japan faces difficulties in making its foreign policies. Interests’ conflict discerned as the United States’ pressures had been highly influential in shaping the Middle East countries’ perceptions. The research demonstrates that Japan involvement in Iraq-Kuwait War crisis was yet a respond to the pressures of an active role in facing international crises, but an effort to pursue its economic interests: Oil, Japan’s industrial market in the United States, and Japan’s business companies’ (Economy Elite’) interests.

Kata Kunci : Politik Luar Negeri,Jepang,Perang Irak dan Kuwait, Economy, Foreign Politics


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.