Kondisi prasarana sosial ekonomi dan bangunan pasca gempa di kabupaten Bantul ( Analisis data PODES 2006)
Vira Pujianingsih, Drs. Tukiran, M.A.; Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.Si.
2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANGempa yang terjadi 27 Mei 2006 di D.I.Yogyakarta dan Jateng pukul 5.53 dengan kekutan 5.9 SR telah mengakibatkan kerusakan dan kerugian di Kabupaten Bantul. Akibat dari gempa ratusan bangunan dan prasarana ekonomi, pendidikan, dan kesehatan roboh dan rusak. Ingin diketahui bagaimana kondisi prasarana ekonomi dan bangunan pasca terjadinya gempa dan factor apa yang mempengaruhinya. Data yang digunakan adalah data PODES 2006 Pasca Bencana D.I.Yogyakarta 2006. Data disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan antar kecamatan di Kabupaten Bantul. Akibat gempa 4.570 jiwa meninggal dan 32.336 jiwa mengalami luka-luka. 215.607 bangunan roboh dan 135.062 unit diantaranya telah diperbaiki dengan kualitas bangunan yang lebih baik dan berstandar rumah tahan gempa. Kerusakan prasarana ekonomi sempat memberhentikan kegiatan perokonomian tetapi pasca terjadinya gempa kegiatan perekonomian produktif kembali berkembang. Dampak gempa di sektor ekonomi lebih besar berakibat bagi usaha kecil. Prasarana pendidikan yang rusak dan roboh akibat gempa telah banyak yang selesai diperbaiki dengan kualitas bangunan yang lebih baik. Pelayanan kesehatan menjadi semakin baik dengan peningkatan fasilitas penunjang yang semakin mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan. Kualitas bangunan pasca terjadinya gempa menjadi lebih baik. Sebagian besar prasarana ekonomi, pendidikan dan kesehatan telah selesai diperbaiki dan telah kembali dapat dimanfaatkan
On May 27th, 2006, an earthquake measuring 5.9 on the Richter scale precisely at 5.53 am struck most parts of Yogyakarta and Central Java including Bantul district. The earthquake caused the devastation of hundred buildings including economic infrastructures and also education and health facilities. The aim of this study is to recognize the circumstances of economic infrastructores and buildings post earthquake and its influence factors. The data source of this research is PODES 2006 Pasca Bencana D.I. Yogyakarta 2006. The data displayed in frequency table. The data analysis focused on descriptive quantitative method by comparing one sub district to another. The earthquake took over 4,570 lives and approximately 32,336 people were injured. Around 215,607 buildings were destroyed but 135,062 units of them have recovered in better quality and ensure resistance to earthquakes. The damage on economic infrastructures temporarily halting economic activity, but now the productive sectors have resumed business. The small enterprises suffer much (economic) impact of the earthquake. Most of damaged and destroyed education facilities had been recovered in better quality. Health provider become much better and fully equipped with advanced support facilities provides people more access to health facilities. The building quality (post earthquake) becomes much better. Most of economic, education, and health infrastructures have recovered and ready to be used again.
Kata Kunci : Gempa, ekonomi, bangunan,earthquake, economic, building