Hubungan Lingkungan dengan Kejadian Stunting di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul
Tiara Jihanresi, Dr. Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si.
2026 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Stunting
merupakan isu strategis di Indonesia karena berkaitan dengan kualitas
sumberdaya manusia. Kecamatan Gedangsari khususnya di Desa Hargomulyo merupakan
desa dengan prevalensi stunting tertinggi pada tahun 2024 yaitu sebanyak 59
kasus dengan prevalensi sebesar 22,17 persen. Kondisi lingkungan diduga
memiliki hubungan dengan kondisi kesehatan manusia, salah satunya yaitu
stunting. Lingkungan ini terdiri dari dua kategori yaitu lingkungan fisik dan
lingkungan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi
balita stunting, mengidentifikasi kondisi lingkungan fisik dan sosial rumah
tangga yang memiliki balita stunting, dan menganalisis keterkaitan antara
kondisi lingkungan fisik dan sosial tempat tinggal dengan kejadian stunting di
Desa Hargomulyo.
Penelitian ini
dilakukan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data primer. Penelitian ini
dilakukan kepada seluruh 59 balita stunting. Variabel yang digunakan pada
penelitian ini yaitu tingkat keparahan stunting sebagai variabel dependen dan
lingkungan sebagai variabel independen. Variabel independen pada penelitian ini
meliputi usia orangtua, pendidikan orangtua, lama pemberian ASI, pendapatan
total keluarga, jumlah anggota keluarga, pengelolaan sampah, jenis jamban,
pengelolaan limbah cair, sumber air konsumsi, dan sumber air cuci. Hasil
analisis tujuan satu didapatkan dengan distribusi frekuensi.
Jumlah kasus
balita stunting di Desa Hargomulyo berjumlah 59 balita dengan usia paling
banyak ada di rentang 24-59 bulan. Lingkungan sosial di daerah penelitian,
masih banyak orang tua balita yang berpendidikan formal kurang dari 9 tahun dan
pendapatan keluarga masih banyak yang berada kurang dari UMK yaitu
Rp2.330.263,67. Kondisi lingkungan di Desa Hargomulyo dari sisi lingkungan
fisik seperti sampah, limbah, air bersih masih belum terkelola dengan baik.
Secara umum kondisi lingkungan sosial dan fisik berhubungan dengan stunting. Berdasarkan hasil penelitian di Desa Hargomulyo variabel
yang berhubungan dengan stunting (signifikansi <0>
Stunting is
a strategic issue in Indonesia because it is linked to the quality of human
resources. Gedangsari Subdistrict, particularly Hargomulyo Village, had the
highest prevalence of stunting in 2024, with 59 cases and a prevalence rate of
22.17 percent. Environmental conditions are believed to be linked to human
health, including stunting. The environment consists of two categories: the
physical environment and the social environment. The objectives of this study
are to identify the conditions of stunted toddlers, to identify the physical
and social environmental conditions of households with stunted toddlers, and to
analyze the relationship between the physical and social living environments
and the incidence of stunting in Hargomulyo Village.
This study
was conducted using a questionnaire to collect primary data. The study involved
all 59 stunted toddlers. The variables used in this study were the severity of
stunting as the dependent variable and the environment as the independent
variable. The independent variables in this study included parental age,
parental education, duration of breastfeeding, total family income, number of
family members, waste management, type of toilet, wastewater management, source
of drinking water, and source of water for washing. The results of the first
objective were obtained through frequency distribution.
The number of stunted toddlers in Hargomulyo Village is 59, with the majority falling within the 24–59-month age range. Regarding the social environment in the study area, many parents of these toddlers have less than 9 years of formal education, and many families’ incomes remain below the regional minimum wage (UMK), which is Rp2,330,263.67. Environmental conditions in Hargomulyo Village, particularly regarding physical aspects such as waste, sewage, and clean water, are still not well managed. In general, social and physical environmental conditions are associated with stunting. Based on the research findings in Hargomulyo Village, the variables associated with stunting (significance <0>
Kata Kunci : Balita, Lingkungan Fisik, Lingkungan Sosial, Stunting