Laporkan Masalah

Kajian Arkeologi Arsitektur Fasad Bangunan Kolonial di Penggal Jalan Diponegoro dan Jalan Moh. Yamin, Kota Salatiga (Abad ke- 19 hingga ke-20)

Yohana Adinda Nawangsari, Drs. Musadad, M.Hum.

2026 | Skripsi | ARKEOLOGI

Penelitian ini adalah kajian arkeologi arsitektur terhadap bangunan fasad kolonial di penggal Jalan Diponegoro dan Jalan Moh.Yamin, Kota Salatiga, yang berkembang pada abad ke-19 hingga abad ke-20. Kawasan tersebut merupakan bagian penting dalam perkembangan kota kolonial yang masih menyimpan berbagai bangunan bersejarah dengan karakter arsitektur khas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, gaya, dan karakteristik fasad bangunan kolonial, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fasad bangunan di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan arkeologi arsitektur, melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Objek penelitian terdiri dari empat bangunan kolonial, yaitu Kantor Pos Salatiga, Hotel Mutiara, Susteran St. Fransiskus Assisi, dan SDN Salatiga 01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasad bangunan kolonial di kawasan penelitian memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh gaya arsitektur kolonial Belanda, dengan elemen seperti gevel, bukaan lebar, atap tinggi, serta penggunaan ornamen tertentu. Faktor-faktor tersebut meliputi kondisi iklim, fungsi bangunan, perkembangan teknologi dan material, serta pengaruh budaya dan politik pada masa kolonial.


This study is an architectural archaeology analysis of colonial building façades along Diponegoro Street and Moh. Yamin Street in Salatiga City, which developed during the 19th to 20th centuries. The area represents an important part of the colonial urban development and still preserves various historic buildings with distinctive architectural characteristics. This research aims to describe the form, style, and characteristics of colonial building façades, as well as to identify the factors that influenced their development in the area.The method used is a qualitative approach within architectural archaeology, employing field observation, documentation, interviews, and literature study. The objects of the study consist of four colonial buildings: the Salatiga Post Office, Hotel Mutiara, St. Fransiskus Assisi Convent, and SDN Salatiga 01. The results show that the façades of colonial buildings in the study area exhibit characteristics influenced by Dutch colonial architectural styles, including elements such as gevels, large openings, high roofs, and the use of specific ornamental features. These characteristics are shaped by several factors, including climatic conditions, building functions, the development of technology and materials, as well as cultural and political influences during the colonial period.

Kata Kunci : Arsitektur Kolonial, Fasad Bangunan, Arkeologi Arsitektur, Salatiga/ Colonial Architecture, Building Façade, Architectural Archaeology, Salatiga

  1. S1-2026-502778-abstract.pdf  
  2. S1-2026-502778-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-502778-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-502778-title.pdf