Laporkan Masalah

Peran Pemerintah Kabupaten Karo dalam pengembangan agribisnis :: Studi kasus pengembangan tanaman pangan dan hortikultura

TARIGAN, Jepta, Drs. Bambang Purwoko, MA

2005 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Sektor pertanian merupakan bidang usaha yang masih memegang peranan penting dalam membangun perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk dan tenaga kerja yang hidup atau tergantung pada sektor pertanian. Kabupaten Karo memiliki potensi yang besar dalam bidang pertanian sehingga Kabupaten Karo merupakan salah satu sentra pertanian di propinsi Sumatera Utara, terutama tanaman pangan dan hortikultura. Sektor pertanian merupakan sumber perekonomian utama masyarakat Karo dan salah satu yang menonjol adalah pengembangan agribisnis. Oleh sebab itu dalam era otonomi daerah ini sektor agribisnis dijadikan sebagai prioritas utama kebijakan Pemerintah Kabupaten Karo sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Strategis Kabupaten Karo 2001-2005. Agribisnis merupakan suatu kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan hasil dan pemasaran yang ada hubungannya dengan pertanian dalam arti luas {Soekartawi,1991, 2-3} Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karo dalam mengembangkan agribisnis di Kabupaten Karo serta mengetahui dampak pengembangan agribisnis terhadap perekonomian masyarakat Karo. Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai sumbangan pemikiran bagi Pemerintah Kabupaten Karo dalam pengembangan agribisnis dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Karo kedepan. Dari penelitian yang dilaksanakan dapat ditemukan bahwa Pemerintah Kabupaten Karo memiliki beberapa peranan dalam pengembangan agribisnis di Kabupaten Karo. Pertama, aspek faktor produksi yaitu melaksankan pembinaan penangkar benih/bibit pertanian, penyuluhan pertanian, melakukan penataan penggunaan lahan, melakukan lokakarya, pelatihan alih teknologi pertanian, pengadaan alat-alat pertanian, pengawasan terhadap peredaran pupuk dan pestisida palsu, pembangunan sarana irigasi. Kedua, aspek pengolahan hasil yaitu melakukan penyuluhan tentang standart mutu produksi, mengikuti pameran, meningkatkan ketrampilan mengolah hasil pertanian. Ketiga, aspek pemasaran hasil pertanian yaitu pembangunan dan penataan pasar, menjaga mekanisme keseimbangan pasar, membina asosiasi eksportir daerah, membuka jaringan pasar/perdagangan. Keempat, membuat pilot proyek pertanian modern dengan metode Nature Farming yang tertuang dalam KARO AGRO SYSTEM.

Agricultural sector still holds an important role in developing Indonesian economic. This can be seen from the amount of population and human resource living or depending on agricultural sector. Karo Regency is has a potential in agriculture so that Karo Regency is one of central district in agriculture in North Sumatera Province, mainly foot plant and horticultural. Agricultural sector is the main economic of Karo citizen and of prominent agribusiness development. Therefore, in this local autonomy era, in this district, agribusiness sector is one of the main priorities of governmental policy of Karo Regency as determined in Strategic Plan Of karo regency 2001-2005. Agribusiness is one of united business comprising of one or all from which the production chain, yields management and marketing related to agriculture in wide meaning ( Soekartaw9i, 1991, 2-3) This study w9as aimed to find out the effort carried out by Karo Regency in developing agribusiness tow9ard Karo Society’s economy. The result of this study could give benefit as a consideration from the government of Karo Regency in developing agribusiness and the increase or Karo sociaty’s health in the future. From the study carried out, it was found out that the Government of Karo regency had several roles in developing agribusiness in Karo Regency. First, Production factor aspect, carrying out seed development empowerment, agricultural seminar, field usage arrangement, workshop, agricultural technology training, agricultural equipment providence, monitoring in false fertilizer and pesticide distribution, irrigation equipment development. Second, The aspect of yields management, carrying out seminar about production q9uality standard, joining in exhibition, and increasing the skill of agricultural result management skill. Third, the aspect of agricultural yield marketing, developing and arranging market, keeping the market balance mechanism, empowering local exporter association empowerment, opening market/trade network. Forth, making project pilot of modern agriculture w9ith nature farming method state in Karo Agro System.

Kata Kunci : Pemda TkII,Pengembangan Agribisnis,Tanaman Pangan dan Hortikultura, Government’s role; agribusiness; society economic


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.