Laporkan Masalah

PERANCANGAN POMPASUBMERSIBLE UNTUK MELAYANI SISTEM PEMADAM KEBAKARAN DENGAN FLUIDA AIR, DEBIT 600 m3/jam, HEAD 200 m

Angga Dwi Kurniawan, Dr. Ir. Subarmono, MT., PE

2014 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Pompa merupakan salah satu peralatan yang vital yang terdapat pada industri pengolahan minyak. Permasalahan atau kerusakan yang terjadi dapat berpengaruh pada proses lainnya dan menyebabkan turunnya jumlah produksi, yang mengakibatkan kerugian pada perusahaan dan industri. Dalam industri minyak, hampir setiap pompa dilengkapi dengan pompa cadangan yang harus siap apabila pompa utama mengalami kerusakan. Tak kalah pentingnya yaitu pompa untuk sistem pemadam kebakaran di industri minyak. Kebakaran tidak dapat diprediksi kapan terjadinya sehingga sistem pemadam kebakaran harus selalu siap kapanpun untuk menangani kebakaran. Salah satu pompa yang digunakan sebagai pompa pemadam yaitu submersible pump. Pompa ini merupakan pompa sentrifugal, bertingkat banyak (multistage) yang mampu menghasilkan discharge pressure yang tinggi untuk keperluan suplai air yang dibutuhkan. Dalam skripsi ini, dilakukan perancangan pompa submersible dengan kapasitas 600 m3/jam dan head 200 m dengan poros vertical, bertingkat 4 dengan setiap tingkat terdiri dari satu impeler dan satu difuser. Pompa ini menggunakan penggerak jenis motor diesel dengan maksud sebagai cadangan apabila tidak tersedianya aliran listrik saat kondisi darurat. Daya penggerak pompa 600 HP dengan putaran 1750 rpm. Fluida yang dipompa adalah air payau dengan maksud sumber air bersumber dari muara sungai. Impeller hasil rancangan yaitu impeler aliran radial tipe Francis untuk kecepatan spesifik menengah, bentuk sudu dua kelengkungan (double curvature) dan open impeller. Perancangan meliputi perancangan impeller, diffuser, saluran hisap, rumah pompa, poros dan pasak, bantalan, kopling, serta komponen-komponen pendukung lainnya. Untuk mengetahui kinerja maka perlu diketahui karakteristik pompa. Dari hasil perancangan didapat efisiensi sebesar 83.9% dari efisiensi yang diharapkan 96%. Perbedaan efisiensi cukup signifikan dikarenakan oleh pengambilan beberapa asumsi untuk perhitungan dalam rancangan. Namun secara teoritis, efisiensi yang didapatkan dalam perancangan sudah cukup baik

Kata Kunci : POMPASUBMERSIBLE

  1. S1-FTK-2014-Angga_Dwi_Kurniawan-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2014-Angga_Dwi_Kurniawan-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2014-Angga_Dwi_Kurniawan-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2014-Angga_Dwi_Kurniawan-title2.pdf