4 bulan. Kelompok II adalah kelompok wanita pascamenopause dengan kriteria Wanita setelah 2-lO th mengalami menopause dan sudah mempunyai anak minimal 1. Untuk membandingkan variabel antar kelompok maupun variabel dalam satu kelompok digunakan ttest, dianggap bermakna secara statistik jika p0,05). Ukuran TLKP pada Wanita reproduktif lebih besar secara bermakna daripada Wanita pascamenopause (p0,05). Distibusi lemak subkutis pada wanita pascamenopause, TLK Trunkus lebih besar daripada TLK Ekstremitas namun tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). Distribusi lemak subkutis di trunkus dan ekstremitas antara wanita reproduktif dan wanita pascamenopause tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). BB, IK, % LB, dan IMT antara wanita reproduktif dengan wanita pascamenopause tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). Tinggi Badan wanita reproduktif lebih tinggi secara bermakna daripada wanita pascamenopause (p -"> 4 bulan. Kelompok II adalah kelompok wanita pascamenopause dengan kriteria Wanita setelah 2-lO th mengalami menopause dan sudah mempunyai anak minimal 1. Untuk membandingkan variabel antar kelompok maupun variabel dalam satu kelompok digunakan ttest, dianggap bermakna secara statistik jika p0,05). Ukuran TLKP pada Wanita reproduktif lebih besar secara bermakna daripada Wanita pascamenopause (p0,05). Distibusi lemak subkutis pada wanita pascamenopause, TLK Trunkus lebih besar daripada TLK Ekstremitas namun tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). Distribusi lemak subkutis di trunkus dan ekstremitas antara wanita reproduktif dan wanita pascamenopause tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). BB, IK, % LB, dan IMT antara wanita reproduktif dengan wanita pascamenopause tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). Tinggi Badan wanita reproduktif lebih tinggi secara bermakna daripada wanita pascamenopause (p -">
Laporkan Masalah

Perbandingan Antropometri Antara Wanita Pascamenopause Dengan Wanita Reproduktif: Penelitian di Kecamatan Seyegan

Aris Misyari, Prof. dr. Sri Kadarsih S., M.Sc., Ph.D. ; Dra. Nur Anisah, MS.

1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Wanita dalam kehidupannya mengalami beberapa masa, mulai dari masa prepubertas, masa reproduktif hingga masa pascamenopause. Tiap perubahan masa ditandai dengan tanda-tanda yang jelas dan terjadi pula perubahan pada tubuh, seperti perubahan komposisi tubuh, komponen lemak bisa menjadi lebih dominan. Komponen jaringan lemak yang berlebih akan meningkatkan berat badan sehingga bisa menimbulkan kegemukan. Penelitian dalam KTI yang berjudul "Perbandingan Antropometri antara Wanita Pascamenopause dengan Wanita Reproduktif" ini bertujuan untuk membandingkan antropometri yang berupa Tebal Lipatan Kulit (TLK) Paha (TLKP), TLK Betis (TLKB), TLK Suprailiaka (TLKSI ), TLK Subskapula (TLKSS), TLK Triceps (TLKT), distribusi lemak subkutis, Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB),Indeks Kegemukan (IK) , Persentase Lemak Badan (% LB), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) antara wanita pascamenopause dan Wanita reproduktif. Penelitian dilakukan pada 2 kelompok subjek, masing-masing berjumlah 30 orang. Kelompok I merupakan kelompok wanita reproduktif dengan kriteria berusia 25-35 th, sudah mempunyai anak minimal 1, tidak sedang hamil dan usia anak terakhir > 4 bulan. Kelompok II adalah kelompok wanita pascamenopause dengan kriteria Wanita setelah 2-lO th mengalami menopause dan sudah mempunyai anak minimal 1. Untuk membandingkan variabel antar kelompok maupun variabel dalam satu kelompok digunakan ttest, dianggap bermakna secara statistik jika p<0,05. Dari hasil penelitian diperoleh urutan ukuran TLK dari yang terbesar untuk kelompok wanita reproduktif adalah TLKP, TLKSS, TLKT, TLKB dan TLKSI. Sedang untuk kelompok wanita pascamenopause adalah TLKSS, TLKP, TLKT, TLKSI, dan TLKB. Ukuran TLKSI, TLKSS, TLKB, dan TLKT antara wanita reproduktif dan pascamenopause tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). Ukuran TLKP pada Wanita reproduktif lebih besar secara bermakna daripada Wanita pascamenopause (p<0,05). Distribusi lemak subkutis pada wanita reproduktif menunjukkan bahwa distribusi lemak di ekstremitas lebih banyak daripada di trunkus namun tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). Distibusi lemak subkutis pada wanita pascamenopause, TLK Trunkus lebih besar daripada TLK Ekstremitas namun tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). Distribusi lemak subkutis di trunkus dan ekstremitas antara wanita reproduktif dan wanita pascamenopause tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). BB, IK, % LB, dan IMT antara wanita reproduktif dengan wanita pascamenopause tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). Tinggi Badan wanita reproduktif lebih tinggi secara bermakna daripada wanita pascamenopause (p<0,05).

-

Kata Kunci : antropometri, wanita pascamenopause, wanita reproduktif

  1. S1-FKU-1998-ArisMisyari-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1998-ArisMisyari-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1998-ArisMisyari-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1998-ArisMisyari-Title.pdf