Studi parameter geohidrolika akuifer bebas pada unit morfologi kaki gunungapi sampai dataran fluvial gunungapi Merapi kabupaten Klaten
Rohmanu Yunanto S., Drs. Soenarso Simoen; Langgeng Wahyu Santosa, S.Si., M.Si.
2003 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitain ini mengambil tema "Studi Parameter Geohidrolika Akuifer Behas Pada Unit Morfologi Kaki Gunungapi Sampai Dataran Fluvial Gunungapi Merapi di Kabupaten Klaten". Parameter geohidrolika akuifer bebas yang diteliti tersebut adalah permeabilitas, tebal, transmisibilitas, dan koefisien simpanan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai dan variasi parameter geohidrolika akuifer bebas di daerah penelitian, yaitu pada unit morfologi kaki gunungapi sampai dataran fluvial gunungap? Merapi di Kabupaten Klaten. Sasaran yang dicapai adalah analisis tentang variasi dan kecenderungan dari nilai parameter geohidrolika akuifer bebas. Metode pengambilan sampel dan anal?s?s hasil penelitian pada penelitian ini didasarkan pada unit morfologi gunungap?. Untuk mengetahui nilai resistivitas batuan dilakukan berdasarkan analisis data logging. Lokasi penelitian adalah di sebagian wilayah Kabupaten Klaten, yang termasuk pada unit morfologi kaki gunungapi sampai dataran fluvial gunungapi Merapi. Pada unit morfologi non volkanis seperti pada Perbukitan Jiwo-Bayat dan sebagian kompleks perbukitan denudasional di bagian selatan tidak diteliti. Daerah penelitian terletak pada 110° 30’ BT - 110° 45’ BT, dan 7º 32’ LS - 7° 47' LS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecenderungan nilai permeabilitas akutter bebas di daerah penelitian semakin menurun dar? unit morfologi kak? gunungapi ke dataran thuvial kak? gunungapi, yaitu dari rata-rata sebesar 112,3 m/hari menjadi 36,45 m/hari. Kecenderungan ini masih terus menurun ke unit morfologi dataran fluvial gunungapt, dengan nilar rata-rata 3,26 m/hari. Hal tersebut disebabkan oleh semakin halusnya material penyusun akutter bebas ke arah dataran fluvial gunungapi, yang semakin tinggi penyusupan oleh material-material halusnya. Tebal akuifer bebas di daerah penelitian memiliki kecenderungan yang sama dengan permeabilitasnya, yaitu semakin menurun dari unit morfologi kaki gunungapi ke dataran fluvial kak? gunungapi, dan terus menurun sampai dataran fluvial gunungapi. Urutan mlai rata-rata tebal akuster tersebut adalah 57,5 meter: 19,2 meter, dan 17,5 meter Hal tersebut disebabkan oleh semakin banyaknya susupan material halus yang mengakibatkan munculnya lapisan-lapisan kedap air yang semakin dekat dengan permukaan tanah. Transmisibilitas akuifer bebas juga memiliki kecenderungan yang sama, yaitu memiliki nilai yang terus turun dari unit morfologi kaki gunungapi sampai dataran fluvial gunungapi. Penurunan nilai tersebut adalah 6253, 91 m²/hari, 722 m²/hari, dan 53,11 m²/hari. Transimisibilitas, secara kuantitatif merupakan hasil kali permeabilitas dengan tebal akuifernya, sehingga nilai dan kecenderunganya juga akan mengikuti permeabilitas dan tebal akuifernya. Nilai dan kecenderungan koefisien simpanan akuifer bebasnya semakin turun dar? unit morfologi kaki gunugapi sampai dataran fluvial gunungapi. Penurunan nilai tersebut adalah dar? 172,5 x 10-6; 57,6 x 10-6; dan 52,5 x 10-6. Hal ini disebabkan oleh karakter hasil spesifik yang akan mengikuti tebal akuifernya.
ABTRACT The main of this research is "Study of Geohydrolical Parameter of Unconfined Aquifer at Volcanic Foot till Fluvio Volcanic Plain of Merapi Morphologic Unit at Klaten District". The geohydrolical parameter examined include permeability, deep. transmisibility and storage coeficient of unconfined aquiter in the research area. Target of this research are analysis about variation and tend of value geohydrolical parameter of unconfined aquifer. Sampling and produce analysis methode is morphologic unit aproach, which the data analysis worked at each morphologic unit examined. Otherwise, to processing data is used logging analysis, lending the resistivity characteristic. The research is the part of Klaten District included in the Merapi morphologic unit. It does not examine at the non volcanic morphologic unit, like Jiwo hill-Bayat and denudational mountain complex others. Research arca exist at 110° 30’ BT - 110° 45’ BT, and 7° 32’ LS-7°47? LS. Permeability value in this research area decrease from the volcanic foot to fluvio volcanic foot. It is average 112,3 m day to 36,45 m/ day. It still decrease till fluvio volcanic plain, which average 3.26 m/day. The texture of material is softer at the lower unit of Merapi morphologic unit, It's control permeability of unconfined aquifer. Trend of the thickness is the same as permeability, decrease from the volcanic foot till fluvio volcanic plain. It's average decrease from 57,5 meter to 19,2 meter, and lowest at fluvio volcanic plain which value 17.5 meter. It is caused by penetration with soft material like clay and silt. They make the impermeable and semipermeable layer up to surface. Transmisibilty value decrese from the volcanic foot to fluvio volcanic plain. It's average decrese from 6253, 91 m² day to 722 m²/day and lowest is 53.11 m /day. Transmisibility, quantitatively is function of permeability and deep of unconfined aquifer. So that transmisibility value accompany of permeability and deep of unconfined aquifer. Storage coeficient decrease from volcanic foot to fluvio volcaniv plain. It's decrease from average 172.5x10-6 to 57,6x10-6, and the lowest is 52.5x10-6. The storege coefisient always accompany the thickness of unconfined aquifer.
Kata Kunci : Geohidrolika,akuifer bebas,dataran aluvial,morfologi kaki gunungapi,Klaten,Jawa Tengah