Laporkan Masalah

Pendapatan Pengusaha Industri Mebel di Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Ratna Noor Harjanti, Drs. Soewadi Mulyowiyono, S.U.; Dra. Kistini, M.S.

2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kondisi lahan pertanian di perdesaan yang semakin sempit menyebabkan sebagian penduduk di perdesaan kemudian berusaha di luar sektor pertanian. Salah satu usaha untuk meningkatkan pendapatan di luar sektor pertanian adalah berusaha di bidang industri. Bidang industri yang banyak ditekuni di daerah penelitian adalah industri mebel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap pendapatan pengusaha industri mebel, 2. Hubungan antara lama usaha dengan besarnya pendapatan pengusaha industri mebel, dan 3. Besarnya sumbangan pendapatan dari usaha industri mebel terhadap pendapatan total rumah tangga pengusaha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Responden dalam penelitian ini adalah semua pengusaha industri mebel, yaitu sebanyak 40 pengusaha. Data primer diambil melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari dinas atau instansi terkait. Analisis data menggunakan uji statistik regresi berganda, korelasi parsial dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap pendapatan pengusaha industri mebel adalah modal. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda diperoleh koefisien regresi variabel modal sebesar 0,402227. Dengan modal yang semakin besar, pendapatan yang diperoleh pengusaha industri mebel juga besar. Di daerah penelitian pengusaha industri mebel yang memiliki unit modal kurang dari 6, pendapatannya berada pada tingkat rendah (< 20 juta rupiah) dan sedang (20-40 juta rupiah). Pengusaha yang memiliki unit modal antara 6-12, pendapatannya berada pada tingkat sedang (20-40 juta rupiah) dan tinggi (> 40 juta rupiah), sementara pengusaha yang memiliki unit modal lebih dari 12 pendapatannya berada pada tingkat tinggi (> 40 juta rupiah). Pengusaha dengan unit modal lebih dari 12 yang pendapatannya lebih dari 40 juta rupiah dalam 1 tahun adalah pengusaha yang telah memiliki lama usaha 10 tahun lebih. Dengan demikian maka variabel modal sangat menentukan besarnya pendapatan yang diperoleh pengusaha industri mebel.. Pengusaha yang usahanya sudah lama didukung dengan jumlah modal yang besar, maka pendapatannya besar. Industri mebel memberikan sumbangan yang paling besar terhadap pendapatan total rumah tangga, yaitu sebesar 67,77 %. Pendapatan rumah tangga selain dari industri mebel diperoleh dari usaha menyewakan kost, jenis pekerjaan pegawai negeri, pegawai swasta, pedagang, dan petani.

-

Kata Kunci : Industri mebel,pendapatan pengusaha,Sewon,Bantul,DIY

  1. S1-2000-101158-abstract.pdf  
  2. S1-2000-101158-bibliography.pdf  
  3. S1-2000-101158-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2000-101158-title.pdf