Laporkan Masalah

PEMENUHAN HAK PELINDUNGAN KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL MELALUI RUMAH AMAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (UPT PPA) KOTA YOGYAKARTA BERDASARKAN PERSPEKTIF VIKTIMOLOGI

Jocelyn Hidayat, Diantika Rindam Floranti, S.H., LL.M.

2026 | Skripsi | ILMU HUKUM

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan pemenuhan hak pelindungan korban tindak pidana kekerasan seksual melalui Rumah Aman UPT PPA Kota Yogyakarta serta pengaturan dan standar pelayanan ke depan berdasarkan perspektif viktimologi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif-empiris yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara, serta data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Seluruh data dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan dua kesimpulan. Pertama, pelaksanaan pemenuhan hak pelindungan korban melalui Rumah Aman UPT PPA Kota Yogyakarta telah dilakukan serta dianalisis berdasarkan UU TPKS serta standar layanan internasional UN Women. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, belum adanya pengaturan teknis di tingkat daerah, serta dinamika korban dalam mematuhi aturan internal, sehingga menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum dan pelaksanaan di lapangan. Kedua, dalam perspektif viktimologi kritis, layanan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pendekatan berorientasi pada korban (victim-centered) dan masih berpotensi menimbulkan reviktimisasi, sehingga diperlukan pengembangan standar pelayanan melalui penguatan kelembagaan, penyusunan regulasi teknis, serta penerapan pendekatan berbasis korban dalam sistem layanan.

This study aims to examine and analyze the implementation of the fulfillment of protection rights of victims of sexual violence through Safe House services at the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPT PPA) of Yogyakarta City, as well as to formulate the regulatory framework and service standards for future development based on a victimological perspective. This research employs a normative-empirical legal research method with a descriptive approach. The data used consist of primary data obtained through interviews and secondary data derived from literature studies. All data are analyzed using qualitative analysis methods.

The results indicate two conclusions. First, the implementation of the fulfillment of victims’ protection rights through the Safe House at UPT PPA Yogyakarta City has been carried out and analyzed based on the Law on Sexual Violence Crimes and international service standards developed by UN Women. However, in practice, several challenges remain, including limited human resources, the absence of technical regulations at the regional level, and the dynamics of victims in complying with internal rules, which reflect a gap between legal norms and their implementation. Second, from a critical victimological perspective, the services have not fully reflected a victim-centered approach and still carry the potential for revictimization. Therefore, it is necessary to develop more responsive service standards through institutional strengthening, the establishment of technical regulations, and the application of a victim-centered approach within the service system.

Kata Kunci : Pelindungan Korban, Kekerasan Seksual, Rumah Aman, UPT PPA, Viktimologi

  1. S1-2026-504204-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504204-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504204-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504204-title.pdf