Laporkan Masalah

Penelitian Sifat Fisis dan Mekanis Pada Pembuatan Komposit Bermatriks Aluminium Dengan Penguat Fly Ash, yang Dimasukkan Secara Metode Kapsul, Pengadukan Mekaniks dan Penuangan Tekan

Robertus Tri Prabowo S, Dr. Ir. Subarmono, MT., PE

2006 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Penelitian ini bertujuan untuk mencari harga optimum perubahan bending, kekerasan, kehausan, struktur mikro, berat jenis dan porositas dari aluminium bila dicampur dengan abu terbang (fly ash) melalau proses pengecoran menjadi komposit dengan variasi prosentase penambahan fly ash yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan dengan melaksanakan proses pengecoran aluminium yang ditambahkan abu terbang (fly ash) dengan persentase 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% dari berat aluminium. Pada saat aluminium dalam keadaan cair (660C-900Ckemudian diaduk secara mekanik, setelah itu dituang dalam cetakan logam dan dilakukan penekanan. Selanjutnya hasil coran dibuat spesimen uji dan dilakukan proses pengujian untuk mendapatkan proses data hasil pengujian bending, kekerasan, keausan, struktur mikro, berat jenis dan porositas. Berdasarkan hasil pengujian, harga kekuatan bending mengalami kenaikan dari persentase fly ash0% sampai 7,5%, sedangkan mulai prosentase fly ash 10% kekuatan bendingnya perlahan turun. Hal ini disebabkan karena sifat material yang semakin keras dan getas. Kekuatan bending teringgi terjadi pada prosentase fly ash 7,5% yaitu sebesar 346,201 MPa. Harga kekerasan vickers semakin naik seiring bertambahnya prosentase fly ash. Kekerasan vickers tertinggi yaitu sebesar 66,002% kg/mm2 diperoleh pada penambahan prosentase fly ash 10%. Hal ini sesuai dengan gambar struktur mikro dimana semakin banyak penambahan prosentase fly ash kandungan Si-nya cenderung semakin banyak, sehingga material tersebut akan semakin keras. Hasil laju keausan dari prosentase fly ash 0% sampai 7,5%, yaitu sebesar 0,0000001 gram/detik. Foto struktur mikro juga menunjukkan adanya perbedaan jumblah dan ukuran, semakin banyak penambahan prosentase fly ash, semakin banyak jumblah dan besar ukuran partikel fly ash yang terdapat pada matriks. Berat jenis aktual cenderung turun seiring bertambahnya porsentase fly ash. Hal ini disebabkan karena berat jenis fly ash lebih kecil daripada berat jenis aluminium, yaitu 0,837 gr/cm3 berbanding 2,7 gr/cm3. Berat jenis aktual lebih kecil daripada berat jenis teoritis, dikarenakan adanya porositas. Porositas tertinggi terjadi pada penambahan porsentase fly ash 0% yaitu sebesar 2,074%.

Kata Kunci : aluminium, fly ash, bending, kekerasan, keausan, struktur mikro, berat jenis

  1. S1-FTK-2006-Robertus_Tri_Prabowo_S_-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2006-Robertus_Tri_Prabowo_S_-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2006-Robertus_Tri_Prabowo_S_-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2006-Robertus_Tri_Prabowo_S_-title2.pdf