Laporkan Masalah

Efek Larvisida Ekstrak Kulit Biji Anacardium Occidentale Linn Terhadap Larva Aedes Aegypti di Laboratorium

Elizabeth Henny Herningtyas , Dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc. ; Drh. Sitti Rahmah Umniyati, SU

1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Nyamuk Aedes segypti merupakan vektor berbagai penyakit berbahaya, di antaranya ialah Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk mencegah penyebaran penyakit DBD ini dilakukan pengendalian vektor, baik yang berupa nyamuk dewasa maupun larvsa. Berbasgai bahan kimia sintesis telah digunakan, namun sifat tidsk mudah terurainya bahan-bahan kimia tersebut dapat membahayakan makhluk hidup lain maupun lingkungan sekitar. Maka dari itu, dicari bahan larvisida botanik sebagsai alternatif pengganti. Bahan larvisida hotanik bersifat mudah mengalami biodegradasi di alam sehingga relatif tidak berbahaya terhadap lingkungan. Jambu mete dipilih untuk uji efek larvisida ini karena telah dikenal memiliki daya larvisida terhadap serangga, banyak tumbuh di Indonesia dan mudah diperoleh. Penelitian ini merupaksasn penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui efek larvisida ekstrak kulit biji Apnacardium cccidentale Linn (jambu mete) terhadap larva Aedes aegypti di laboratorium dan menentukan konsentrasi yang berdaya guna sebagai larvisida. Subyek penelitian ini adalah larva instar III Aedes aegypti yang sudah cukup besar dan mudah dibedskan secara makroskopis. Larva diuji dalam dosis 0,2 ppm, 0,4 ppm, 0,3 ppm, 1,6 ppm, 3,2 ppm dan 6,4 ppm pada suhu dan kelembaban udara kamar (+ 25° dan + 75%), lama pemaparan 24 jam dan 48 jam . Data diolah dengan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit biji Jambu mete memiliki efek larvisida terhadap larva Aedes aegypti di laboratorium. Dengan batas kepercayaan 95%, pada pemaparan 24 jam, LC50 diperoleh sebesar 2,03 ppm dan LC50 sebesar 8,27 ppm. Pada pemaparan 48 jam, LC50 diperoleh sebesar 0,90 ppm dan LC90 sebesar 4,00 ppm. Respon larva terhadap ekstrak menunjukkan heterogenitas.

-

Kata Kunci : Aedes aegypti, demam berdarah dengue

  1. S1-FKU-1995-ElizabethHennyHerningtyas-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1995-ElizabethHennyHerningtyas-Conclusion1.pdf  
  3. S1-FKU-1995-ElizabethHennyHerningtyas-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1995-ElizabethHennyHerningtyas-Title.pdf