Perancangan Mesin Gerinda Vertikal Luban silindris Maupun Tirus dengan Ukuran Terbesar Diamater 300 MM Tinggi 200 MM dan Kedalaman 100 MM
Agus Rismanto, Ir. Arief Darmawan
2006 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINTelah kita ketahui secara umum bahwa proses penggerindaan biasanya dilakukan dengan proses penyelesaian atau finishing dari benda kerja. Keistimewaan dari proses penggerindaan sehingga dipilih sebagai proses finishing adalah kemampuanya untuk memperoleh ketepatan geometris yang tinggi, kualitas permukaan yang baik dan kemampuan mengerjakan benda kerja yang telah mengalami proses perlakuan panas. Dalam merencanakan suatu kontruksi mesin yang perlu diperhatikan adalah faktor keamanan dan ketanguhan dari kontruksi tersebut. Kontruksi atau kerangka dirancang untuk dapat menahan beban atau gaya-gaya yang bekerja padanya. Selain itu dalam perencanaan perlu juga diperhatikan nilai ekonomis dari pemilihan suatu bahan yang akan digunakan pada suatu kontruksi mempunyai nilai baik kekuatan maupun dari segi harganya. Perencanaan mesin mencangkup semua peencanaan mesin, berarti perencanaan dari sistem dan segala yang berkaitan dengan sifat mesin, elemen mesin, struktur, dan instrumen, sehingga didalamnya menyangkut seluruh disiplin teknik mesin. Perencanaan dari mesin gerinda vertikal ini menggunakan 2 motor. Motor penggerak dari meja dengan daya 0,09 kW, putaran 750 rpm dan menggunakan transmisi sabuk V-belt dan puli hingga putaran dari meja menjadi 128 rpm. Sedangkan motor gerinda mempunyai daya 0,37 kW, putaran 900-45000 rpm. Mesin ini mempunyai dua bagian pokok yaitu, gerinding head dan perangkat kerja (rotary table). Ukuran terbesar yang dapat digerinda oleh mesin ini adalah diameter 300mm, ketingian 200mm, dan kedalaman lubang 100mm. Dan dari hasil perencanaan didapatkan ukuran mesin: panjang 1870 mm, lebar 760mm, dan tinggi 2130mm.
Kata Kunci : mesin deginda vertikal, grinding head, rotary table