PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PADA PENGELASAN BAJA AMUTIT MENGGUNAKAN LAS SMAW DENCAN FILLER E 312
Yansiska Engla Rusta, Dr. Ir. Viktor Malau, DEA
2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINPenggunaan teknologi las saat ini sangat luas dan terus berkembang sesuai pertumbuhan industri di seluruh dunia. Salah satu metode pengelasan yang banyak dipakai saat ini adalah shielded metal arc welding (SMAII) atau las busur listrik elektroda terbungkus. Penelitian ini bertujuan menganalisa sifat-sifat fisis mekanis pada pengelasan logam baja amutit yang dilas dengan perbedaan variasi arus pengelasan yaitu 95A, 110A dan 125,4. Material yang dilas adalah baja amutit dan elektroda yang digunakan adalah E 3 12. Proses penelitian dilakukan dengan perliakuan panas Q)ost ftear) pada suhu 720°C selama 30 menit, di dinginkan dalam dapur panas sampai suhu 600°C kemudian dilakukan pendinginan udara. Kemudian dilakukan pengujian mikro dan makro stnrktur, pengujian impak setelah di post heat, uji kekerasan sebelum dan sesudah dipost fteat dan pengujian tarik. Harga Impak (HI) tertinggi dimiliki oleh variasi arus pengelasan 125A dengan nilai ketangguhan rata-rata 0,21 joule/mm², diikuti dengan arus pengelasan 110A dan 95A. Nilai ketangguhan logam las pada arus pengelasan 125A mendekati dengan nilai ketangguhan logam induk baja amutit. Hasil foto mikro menunjukkan bahwa logam induk amutit mengandung struktur perlit (gelap) dan ferit (putih). Meningkatnya arus pengelasan yang digunakan maka struktur perlit akan cenderung berkelompok, sehingga pada daerah tersebut tirgkat kekerasannya akan tinggi. Dari pengujian kekerasan diketahui bahwa kekerasan tertinggi terdapat pada daerah batas las, hal ini karena daerah yang berbatasan langsung dengan batas las mempunyai ukuran butir yang lebih besar. Hal ini disebabkan karena laju pendinginan pada daerah tersebut lebih lambat sehingga tersedia cukup waktu untuk terjadinya pertumbuhan butir. Pada 95A (tanpa post heat) nilai kekerasan 363kg/mm², setelah post heat nilai kekerasan batas las 330 kg/mm². Pada arus pengelasan 110A (tanpa post heat) 417,12 kg/mm², setelah post heat nilai kekerasan batas las 356 kg/mm². Untuk arus pengelasan l25A (tanpa post heat) nllai kekerasan 525,51 kg/mmr, setelah post heat nilai kekerasan batas las 468,12 kg./mm².
-
Kata Kunci : arus, elektroda, HAZ, post heat, struktur makro dan mikro, uji impak baja perkakas, AISI O1