STUDI EKSPERIMENTAL ALIRAN 2 FASE GAS-PADAT (UDARA- PASIR SILIKA) PADA SISTEM PNEAUMATIC CONVEYING PIPA HORIZONTALL
Tunjung Baskoro Adi, Prof. Dr. Ir. Indarto, DEA
2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINAliran dua fase gas-padat merupakan bagian dari aliran multifase. Aliran dua fase ini banyak diaplikasikan dalam berbagai peralatan industri. Salah satu aplikasi aliran dua fase gas - padat pada drmia industri adalah pada sistem pneumatic conveying. Ada beberapa hal menarik yang dapat diteliti mengenai karakteristik pneumatic conveying terkait dengan aliran dua fase-nya, antara lain tentang pola aliran yang terbentuk, gradien tekanan, kecepatan superfisial udara faktor gesekan rerta solid loading ratio. Penelitian ini meneliti karakteri stik pneumatic conveying vrfitk aliran udara-pasir silika pada saluran pipa lurus horizontal yang terbuat dari bahan plexiglass berdiameter dalant 24 mm. Penelitian ini juga meneliti pengaruh dari ukuran atau diameter partikel pasir silika terhadap karakteristik pneumatic conveying dengan mengunakan 2 variasi distribusi ukwan partikel yang berbeda yaitu partikel kasar ds1:0,32 mm dan partikel halus ds2: 0,072 mm,dan densitas dari partikel sebesar 2579,91 kg/m³. Cara kerja alat penelitian ini adalah dengan memasukkan partikel pasir silika ke saluran coweying melalui feeder, kemudian partikel padat ini dihembus dengan udara bertekanan I atn, dengan temperatur rata-rata selama penelitian sebesar 26,4°C. Karena pengaruh gaya seret hidrodinamis yang dihasilkan aliran udara partikel akan terangkat dan bergerak dalam saluran conveying bersama dengan aliran udara. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa terbenhrk dua pola aliran yaitu aliran fase encer untuk partikel kasar pada kecepatan 6,45 m/s - 7,53 m/s dan untuk partikel halus pada kecepatan 6,99-7,53 m/s. Sedangkan pada aliran fase pekat untuk partikel kasar pada kecepatan 3,23 m/s-5,38 rnls dan untuk partikel halus pada kecepatan kecepatan 4,84 m/s-5,91 m/s. Gradien tekanan meningkat jika nilai solid flux diperbesar. Untuk solid flux yang sama penurunan kecepatan superfisial udara menyebabkan gradien tekanan menurun pada daerah fase encer dan meningkat pada daerah fase pekat. Dari diagram Zenz untuk hasil penelitian diketahui bahwa jika solid flux diperbesar maka gadien tekanan minimum juga akan semakin besar. Gradien tekanan minimun pada partikel halus tercapai pada kecepatan yang lebih tinggi daripada partikel kasar.
-
Kata Kunci : aliran dua fase, pneumatic conveying, kecepatan superfisial udara, solid flux, gradien tekanan, pola aliran