PENELITIA N SIFAT FISIS DAN MEKANIS PADA PEMBUATAN KOMPOSIT BERMATRIKS ALUMINIUM DENGAN PENGUAT FLY ASH MENGGUNAKAN METODE INJEKSI DAN PENGADUKAN MEKANIK DENGAN PENUANGAN TEKAN
Toni Setyawan, Dr. Ir. Subarmono, MT., PE
2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINPenelitian ini bertujuan untuk mencari kekuatan bending, kekerasan, struktur mikro, porositas dan keausan dari aluminium bila dicampur dengan abu tetbang (fly ash) melalui proses pengecoran menjadi komposit dengan variasi penentase penambahan/y asft yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan dengan melaksanakan proses pengeconn aluminium yang ditambahkan abu terbang UIy qsh) dengan persentase 0%, 2,5%, 5%, 7 ,5% dan 10% dari berat aluminium yang dimasukkan dengan metode injeksi. Pada saat aluminium dalam keadaan cair kemudian diaduk secara mekanik, setelah itu dituang dalam cetakan logam dan dilakuakan penekanan. Selanjutnya hasil coran dibuat spesimen uji dan dilakukan proses pengujian untuk mendapatkan data hasil pengujian bending,kekerasan, struktur miko, berat jenis, porositas dan keausan. Berdasarkan hasil pengujian, kekuatan bending mengalami kenaikan dari persentase fly ash 0% sampai 7,5%, sedangkan mulai persentase fly ash 10% kekuatan bendingnya mengalami penurunan disebabkan sifat material yang semakin keras dan getas. Kekuatan bending tertinggi terjadi pada penambahan persentase fly ash 7,5Yo yaitu sebesar 382,388 MPa. Harga kekerasan Vickers bemilai fluktuatif seiring persentase penarnbahan fly ash. Kekerasan Vicken tertinggi yaitu sebesar 70,940 kg/mm² diperoleh pada persentase penambahan fly ash 10%. Hal ini sesuai dengan gambar stnrktur mikro dan hasil pengujian komposisi dimana pada persentase penambahan fly ash 10% kandungan Si-nya paling banyak yaitu 1,81%. Semakin banyak kandungan Si maka sernakin keras material tersebut. Harga berat jenis aktual lebih kecil dari berat jenis teori. Berat jenis aktual harganya mengalami penurunan seiring bertarnbahnya persentase fly ash disebabkan karena berat jenis fly ash lebih kecil dari pada berat jenis aluminium, yaitu 2,5 gr/cm² berbanding 2,7 kg/cm². Penyebab berat jenis aktual lebih kecil daripada berat jenis teori karena adanya porositas, Porositas tertinggi terjadi pada penambalnn persentase fly ash 10% yang perbedaan sebesar 7,094%. Laju keausan terkecil diperoleh pada persentase penambahan 7,5% fly ash yartu 0,000000087 gram/detik Foto struktur mikro juga menunjukkan adanya jumlah dan ukuran, semakin banyak persentase penambahan asft akan menambah jumlah dan memperbesar ukuran partikel fly ash yang terdapat pada matriks.
-
Kata Kunci : aluminium, fly ash, bending, kekerasan, keausan, struktur mikro, berat jenis