Laporkan Masalah

Studi Deskriptif: Depresi pada Pasien Karsinoma Seviks di Bangsal Kebidanan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Rumentalia Sulistini , Dr. Moetrarsi F. DTM&H, SpKJ.; Ibrahim Rahmat, SKp.

2000 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Depresi adalah bagian dari gangguan mood, yang disertai dengan perasaan sedih, murung, tidak bahagia dan perasaan hina. Depresi pada kanker kemungkinan merupakan kejadian yang bersamaan dengan gejala medis atau reaksi fungsional atau dapat pula merupakan dampak dari pemberian terapi. Pada wanita, kanker serviks merupakan kanker yang banyak dijumpai pada traktus reproduksi. Dan ini banyak dijumpai pada usia 45-55 tahun. Dalam usia-usia ini wanita juga mengalami masa perimenopause, dimana terjadi gangguan emosional diantaranya adalah depresi. Melalui penelitian dengan metode cross sectional ini, dari 30 responden dijumpai 70% penderita kanker serviks mengalami depresi. Penentuan tingkat depresi dilakukan dengan menggunakan Skala Hamilton Depression Rating Scale yang sudah dimodifikasi. Pada usia 45-55 tahun dijumpai 3 orang (10%) dari 11 orang mengalami depresi berat. Bila dilihat dari stadium, depresi berat ditemukan pada stadium ITI (12,5%) dan stadium III (16,67%), dengan tingkat pendidikan sekolah menengah pertama kebawah. Kasus depresi ini meningkat seiring dengan lamanya pasien menderita \Yanker serviks dan tingginya stadium. Pada stadium II jumlah pasien yang mengalami depresi 66,67% dan stadium III 83,33%. Sedangkan pasien dengan lama menderita kanker serviks lebih dari 12 bulan, kasus depresi mencapai 75%. Penangganan yang tepat perlu dilakukan untuk mengurangi adanya kasus depresi ini, antara lain dengan meningkatkan komunikasi yang baik dan dilakukannya terapi relaksasi.

-

Kata Kunci : Depresi, kanker serviks, wanita

  1. S1-FKU-2000-126052-Rumentalia-Suulistini-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-2000-126052-Rumentalia-Suulistini-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-2000-126052-Rumentalia-Suulistini-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-2000-126052-Rumentalia-Suulistini-title.pdf