PENGARUH VARIASI LINTASAN ELEKTRODA TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKAniS PADA SAMBUNGAN LAS SMAW PIPA BAJA ASTM A106 Gr C
Tata Kusmayanto, Prof. Ir. Mochammad Noer Ilman, S.T., M.Sc., Ph.D. IPM., ASEAN Eng
2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINBerbagai kealrlian teknis pengelasan barus dimiliki juru las dalam mengelas material baja ASTM A106 Gr C yang biasa digunakan dalam pembuatan konstruksi pipa header superheater. Hal itu perlu diperhatikan guna menghindari bahaya kerusakan bagian sambungan las pada pipa tersebut. Salah satu keahlian teknis yarrg mutlak harus dikuasai adalah rnembuat lintasan elektroda yang baik selama proses pengelasan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vanasi lintasan (weuying) elektroda terhadap srfat-sifat fisis dan mekanis pada pengelasan pipa baja ASTM Al06 Gr C Jenis pengelasan yang digunakan adalah shielded netal arc welding (SMAW). Pengambilan data dilakukan dengan pengujian sifat fisis dan mekanis dari material hasil pengelasan. Pengujian sifat fisis dilakulian dengan cara pengamatan struktur makro dan mikro, sedangkan pengujian sifat mekanis dilakukan dengan cara pengujian kekerasan, pengujian kekuatan tarik daerah lasan, dan pengujian inpak charpy. Dari pengamatarr struk1u makro terlihat bahwa semakin tinggt masukan panas malia daerah HAZ sernakin luas, sedangkan dari pengamatan struktur mikro terlihat bahwa struktur acicular feffite dan ferit batas butir lebih mendominasi daerah logarn las. Dari hasil pengqian kekerasan dan kekuatan tarik daerah lintasan terlihat bahwa nilai tertinggi dari kedua pengujian tersebut terjadi pada pengelasan dangan variasi lintasar lurus yaitu 183,96 VFIN dan 568,3 MPa, kernudian diikuti lintasan zig-zag dan melingkar. Sedangkan, dari pengujian irnpak menunjukkan bahwa nilai ketangguhan tertinggi terjadi pada pangelasan dengan variasi lintasan melingkar yaitu 1,7505 J/mm', kemudian diik-uti lintasan zig-zag dan lurus.
-
Kata Kunci : ASTM, 4106 Gr C, SMAW. lintasan elektroda, masukan panas, acicular ferrite dan ferit batas butir.