Laporkan Masalah

Insidensi Bayi Asi Eksklusif 4 Bulan Di Bausasran, Danurejan Yogyakarta dan Bangunharjo, Sewon, Bantul

Oki Fitriani, Dr. Dradjat Boediman, DMedSc.,DSAK, dr. Mahardika AW.DTM&H.Mkes

1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Makanan untuk bayi mempunyai dua aspek penting, yaitu harus mengandung zat-zat gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan kesehatan bayi dan bayi dapat belajar mengenal makanan yang merupakan dasar kebiasaan makan di kemudian hari. Yang terpenting adalah memastikan bahwa bayi diberi makanan yang baik. Selama 4-6 bulan pertama ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, setelah itu ASI tidak lagi mencukupi kebutuhan bayi. Tendensi penurunan jumlah ibu yang menyusui terutama di daerah perkotaan dan semakin banyak bayi yang mendapat pengganti ASI (PASI) sangat tidak menguntungkan untuk bayi. Dengan mengetahui insidensi bayi ASI eksklusif 4 bulan diharapkan dapat memacu usaha-usaha untuk meningkatkan penggunaan ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi bayi ASI eksklusif (selama) 4 bulan, mengetahui status gizi bayi selama 4 bulan pertama, frekuensi kesakitan (diare dan ISPA) bayi, dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif 4 bulan. Penelitian,secara deskriptif analitik dengan gunakan uji x2. Penelitian dilakukan di posyandu-posyandu terhadap ibu-ibu bayi di dua wilayah penelitian. Data yang diperoleh berupa data primer hasil wawancara dengan panduan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan insidensi bayi ASI eksklusif di Bausasran adalah 43,59% dan di Bangunharjo 37,93%, dengan uji X tidak bermakna (p>0.05). Perbedaan insidensi bayi ASI eksklusif 4 bulan dengan status pekerjaan ibu di Bausasran menunjukkan hasil bermakna (p<0,05). Riwayat sakit bayi 4 bulan pertama adalah bervariasi, dengan frekuensi diare dan ISPA dengan diare lebih besar di Bangunharjo. Faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap pemberian ASI ekslusif dalam penelitian ini adalah status pendidikan, status pekerjaan, dan prenatal care. Kesimpulan penelitian adalah bahwa insidensi bayi ASI eksklusif 4 bulan di Bausasran lebih tinggi daripada di Bangunharjo, meskipun perbedaan tersebut tidak bermakna. Status gizi bayi selama 4 bulan pertama adalah baik. Frekuensi kesakitan bayi selama 4 bulan pertama pada bayi ASI eksklusif lebih rendah dari pada bayi noneksklusif. Pemberian ASI eksklusif 4 bulan mungkin dipengaruhi oleh status pendidikan dan status pekerjaan ibu (insidensi bayi ASI eksklusif 4 bulan berbeda secara bermakna (p<0,05) terhadap status pekerjaan ibu di Bausasran.

-

Kata Kunci : ASI Eksklusif, Status Gizi Bayi, Posyandu, insidensi, frekuensi sakit bayi, status pekerjaan ibu

  1. S1-FKU_1997-OkiFitriani-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1997-OkiFitriani-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1997-OkiFitriani-TableofContent.pdf  
  4. S1-FKU_1997-OkiFitriani-Title.pdf