Mortalitas dan Miorbiditas Perinatal pada Penanganan Ketuban Pecah Dini dengan Induksi Segera dan Induksi Tertunda di RSUP. Dr. Sardjito Tahun 1993 - 1995
Muhammad Lutfi Alkaff, Dr. H. Risanto Siswosudarmo, DSOG, Dr. Suwono
1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERANKetuban pecah dini (KPD) mempunyai peranan dalam peningkatan mortalitas dan morbiditas perinatal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan insidensi mortalitas dan morbiditas perinatal pada penanganan KPD dengan induksi segera (< 8 jam) dan induksi tertunda (>24 jam). Terdapat 108 kasus pada KPD induksi segera dan induksi tertunda. Kehamilan umur 28 minggu atau lebih dimasukkan dalam penelitian Sedangkan dan kelainan ini. preklamsia/eklamsia, kehamilan kembar, kongenital yang berat dikeluarkan dari penelitian ini. Data diproses dengan komputer menggunakan program SPSS versi 6.0 for Windows dengan analisa chi-square dan resiko relatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa resiko infeksi neonatal pada kedua grup tidak menunjukkan perbedaan bermakna. Asphiksia neonatal lebih rendah pada KPD dengan induksi segera. Pada apgar 1 menit menunjukkan resiko pada PROM induksi segera adalah 0.62 (0.33-1.17) kali. Evaluasi pada apgar 5 menit menunjukkan bahwa resiko menjadi 0.46 (0.05-3.72). KPD induksi segera memberikan kematian perinatal yang tinggi sekitar 10 kali dibanding pada KPD induksi tertunda. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa KPD induksi segera menghasilkan mortalitas janin yang tinggi, meskipun morbiditas janin relatif sama. Asphiksia neonatal lebih tinggi pada KPD induksi tertunda dimana resusitasi akan memperbaiki keadaan tersebut.
-
Kata Kunci : Ketuban Pecah Dini, Induksi Segera, Induksi Tertunda, Mortalitas, Miorbiditas Perinatal