Laporkan Masalah

Kajian Geografi Politik terhadap Pemilih Golput pada Pemilu Legislatif Tahun 2009 Kabupaten Pacitan

Qori'atu Zahro', Dr. Muhammad Baiquni, M.A.; Drs. Sujali, M.S.

2010 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Pemilu merupakan prosesi pergantian pemimpin yang turut menentukan arah pembangunan, maka sudah selayaknya pemilu diikuti oleh seluruh warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih. Namun nampaknya, masih ada banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya (golput). Jumlah ini hampir mencapai 30% dari keseluruhan Daftar Pemilih Tetap. Realita yang tidak sesuai dengan idealita ini perlu dicari latar belakangnya. Untuk itu penelitian ini memiliki tujuan untuk: 1) mengetahui distribusi golput pada pemilu legislatif tahun 2009 di Kabupaten Pacitan. 2) mengetahui faktor-faktor wilayah yang berpengaruh dan paling berpengaruh terhadap jumlah pemilih golput di Kabupaten Pacitan. Dan 3) mengetahui alasan pemilih golput dalan memilih golput. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Variabel independen yang digunakan ada 6, yakni: 1) gender, 2)pendidikan, 3)kesejahteraan, 4) pekerjaan, 5)organisasi sosial kermasyarakatan dan 6)desa-kota. Data-data tersebut didapatkan dari instansi. Sedangkan data primer didapatkan untuk melalui indepth interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golput tersebar secara merata di Kabupaten Pacitan, artinya disetiap kecamatan selalu ada golput dan selisih jumlah golput antar kecamatan tidak signifikan berbeda. Angka golput di Kabupaten mencapai 29,4%. Terdapat 5 dari 7 kecamatan yang merupakan kecamatan basis golput, artinya di 5 kecamatan tersebut partisipasi masyarakat dalam pemilunya rendah. Dari 6 fakor wilayah yang dianalisis ditemukan faktor pendidikan merupakan faktor yang paling kuat berpengaruh. Masyarakat memiliki berbagai alasan dalam memilih golput. Dari indepth interview yang dilakukan kepada 29 responden, setidaknya ada 5 alasan, yaitu: 1) kesibukan kegiatan harian dan pekerjaan, 2)adanya pengaruh dari personal lain, 3)tidak ada motivasi, 4)kekecewaan terhadap kinerja calon legislatif dan 5) pemilu tidak memiliki landasan agama. Pemerintah perlu memperhatikan temuan fakta lapangan ini, karena partisipasi masyarakat dalam pemilu ini mencerminkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Election is mechanism of leader changing, that also determine regional development line. So, it only fits for the civil society who deserve to take part in this democration party. The goverment did many work to socialize people elect awareness and consideration on election day. But, it seems there are people who did not use their election right (non vote). Its amount reach 30% of DPT total. This dissappropriate between reality and ideality need to be seeked for its background. So that, this research. has 3 purposes; 1) knowing golput distribution in legislative election year 2009 in Pacitan Regency, 2) knowing regional factors that influence and are the most influence toward non vote amount in Pacitan Regency, 3) knowing non voter motives/ reasons to not vote. This research use both qualitative and quantitative methods, and also use both primary and secondary data. There are 6 independent variables used in this research, there are; 1) gender, 2) education, 3) welfare, 4) jobs, 5) mass organizations and 6) rural-urbanity. Those secondary datas obtained from instance while primary datas obtained by indepth interview. Secondary data used to fulfill the first and second purposes while primary data used to fulfill the third one. KAG and LQ analysis in this research use to knowing non votes distribution in Pacitan regency, while statistic correlation analysis used for know regional factors correlation with non vote. By the data analysis, found that non vote is distribute evenly in every analysis unit. It means in every analysis unit always found non votes and insignificancy of difference between amount of non votes over analysis unit. This nonvote amount reach 29,4% from total potencial voter. There are 5 of 7 sub regency are also non vote basis sub regency, it means people-participation on election in this 5 sub regency is low. From 6 regional factors analysed, found education is strongest correlated toward non voter. There are some reasons that make non voter decide to not use their election right. From indepth interview to 29 respondens, there are 5 reasons at least, 1) no rest time, 2) influence by another person, 3) less motivated, 4) dissapointment toward legislative 5) election don't have religious basic. Goverment needs to pay attention toward this facts, because peoples participations in election reflecting peopels participation in development.

Kata Kunci : geografi politik, golput, pemilu,political geography, non vote, election

  1. S1-2010-199103-abstract.pdf  
  2. S1-2010-199103-bibliography.pdf  
  3. S1-2010-199103-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2010-199103-title.pdf