Meningitis Purulenta Pada Bayi dan Anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Muhammad Satoto , Dr. Soeroyo Machfudz.; dr. Endy Paryanto
1993 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERPenyakit meningitis purulenta masih menduduki tempat yang penting dalam masalah-masalah penyakit infeksi pada anak di Indonesia, oleh karena angka kematiannya yang masih tinggi dan penderita yang sembuh sering meninggalkan gejala sisa yang berupa fisik maupun mental. Ilmu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyakit meningitis purulenta di Laboratorium Kesehatan Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama 1988-1992. tahun Dalam tahun 1988-1992 telah dirawat 8443 penderita bayi dan anak di Unit Penyakit Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dari jumlah tersebut 17 anak (0,20 %) menderita meningitis purulenta, terbanyak berumur 0-12 bulan (76,47 %). Perbandingan jumlah antara laki-laki dan perempuan hampir sama, masing-masing laki-laki 9 anak (52,94 %) dan perempuan 8 anak (47,06 %). Keadaan lingkungan penderita meningitis purulenta 47,06 % diantaranya kurang memenuhi standar kesehatan, sedangkan status gizi penderita menunjukkan 41,18 % status gizi baik, 41,18 % status gizi sedang dan 17,85 % status gizi kurang. Kasus meningitis purulenta sebagian besar antara bulan April - Oktober yaitu 88,24 %. terjadi pada gejala Gambaran klinis meningitis purulenta penderita saat dirawat di rumah sakit menunjukkan panas (94,12%), kejang (82,35 %), kesadaran menurun (70,59 %), pilek (52,94 %), batuk (47,06 %), malas minum (35,29 %), muntah (35,29 %), mencret (17,65 %), sakit kepala (17,65 %) dan demam (17,65 %). Pada pemeriksaan neurologis menunjukkan adanya ubun-ubun besar yang menonjol (29,41 %), kaku kuduk (76,47 %), Brudzinski I positif (58,82 %), Brudzinski II positif (17,65 %), tanda Kernig positif (35,29 %) dan spastisitas (58,82 %). (35,29 (5,88 ISPA %), Penyakit yang diderita sebelumnya adalah %), Infeksi telinga tengah Bronkopneumonia (5,88 %), Gastroenteritir (5,88 %), Stomatitis (5,88 %). Komplikasi yang terjadi adalah meningoensefalitis (58,82 %), Hidrosefalus (23,53 %), Ventrikulitis (5,88 %) dan Sepsis (11,76 %). Kematian oleh meningitis purulenta 52,94 %. Pemeriksaan kultur cairan serebrospinalis didapatkan 2 yang positif dari 9 kasus yang dilakukan kultur.
-
Kata Kunci : Meningitis purulenta, infeksi, kesehatan anak