Laporkan Masalah

Pengaruh Pengobatan Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Penderita Tuberkulosis Anak Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Yasmini Fitriyati , dr. A. Roni Naning, DSA ; dr. Endy Paryanto, DSA

1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Penyakit tuberkulosis merupakan salah satu bentuk penyakit kronis yang sudah berabad-abad menyerang manusia, terutama di negara-negara sedang berkembang seperti di Indonesia. Gejala klinis yang menyertai penyakit ini dapat dipergunakan untuk membantu menegakkan diagnosis, meliputi 4 hal yang biasanya tampak : 1) kehilangan berat badan, kehilangan pertumbuhan normal, 2) anak menjadi sakit, tidak berada dalam kondisi yang baik, sulit makan, 3) batuk yang telah terjadi sebulan atau lebih, 4) demam ringan yang berulang. Kadang dijumpai adanya keringat malam,. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengobatan terhadap peningkatan berat badan pada penderita tuberkulosis paru anak yang didiagnosis menderita tuberkulosis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Penderita secara teratur memeriksakan diri dan menjalani terapi menggunakan paduan obat anti tuberkulosis. Penderita dibagi menurut golongan usia menjadi penderita yang berusia < 1 tahun dan penderita yang berusia 1-5 tahun, dengan status gizi baik dan kurang, mendapat paduan anti tuberkulosis INH+Rifampisin atau INH+Etambutol, masing-masing penggolongan dilakukan pada penderita yang tidak didapati menderita penyakit infeksi selama menjalani terapi dan yang didapati menderita penyakit infeksi. Dicatat perubahan berat badan yang terjadi pada tiap-tiap bulan terapi, dan dinyatakan dalam persen (%), diawali pada bulan ke-0, yaitu saat diagnosis tuberkulosis paru ditegakkan, dilakukan untuk 9 bulan pertama terapi. Data dianalisis dengan menggunakan t-test, dilihat nilai kemaknaannya. Hasil yang diperoleh menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna antara penderita yang berusia < 1 tahun dengan penderita yang berusia 1-5 tahun pada masing-masing tiap-tiap bulan terapi; antara penderifa yaang mendapat terapi dengan INH+Etambutol dan penderita yang mendapat terapi dengan INH+Rifampisin, antara penderita dengan status gizi baik dan status gizi kurang saat diagnosis awal ditegakkan, baik pada pasien yang tidak didapati menderita penyakit infeksi selama menjalani terapi maupun yang didapati menderita penyakit infeksi. Diperoleh hasil t-hitung kurang dari t-tabel.

Kata Kunci : Tuberkulosis, berat badan

  1. S1-FKU-1998-YasminiFitriyati-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1998-YasminiFitriyati-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1998-YasminiFitriyati-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1998-YasminiFitriyati-Title.pdf