Laporkan Masalah

Pola Kasus Bedah Di Instalasi Rawat Darurat Rsup Dr. Sardjito Selama Tahun 1996.

Ruban Sivanoli , dr. Hendro W, DSB ; Dra. Sri Sumarni, SU

1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang Perawatan gawat darurat sudah berkembang menjadi suatu bidang spesialisasi tersendiri. Pada dasar perkembangan tersebut adalah peningkatan kesadaran pentingnya pelayanan kesehatan gawat darurat yang cepat dan tepat. Porsi terbesar kasus di Instalasi Rawat Darurat adalah kasus bedah yang juga di antara yang kritikal. Di Amerika, kasus trauma merupakan penyebab utama kematian bagi mereka yang di bawah umur 39 tahun. Selain itu 20% dari kasus trauma tersebut terjadi cacat dan mengakibatkan biaya prehabilitasi yang berjumlah milyaran dolar. Maka adalah penting pelayanan medis gawat darurat disediakan seoptimal mungkin. Hal ini termasuk segala faktor yang berkaitan dengan pelyanan medis yaitu tenaga medis, non-medis serta sarana dan fasilitas medis. Adalah diharapkan data dari penelitian ini dapat membentu dalam proses persiapan tersebut dan Juga dalam proses seleksi pengobatan oleh tim medis yang berjaga. Metode Penelitian dilakukan secara deskriptif retrospektif ke atas pasien bedah di Instalasi Rawat Darurat RSUP Dr.Sardjito selama 1996. Hasilnya kemudian dibahas dalam bentuk tabel, histogram dan carta pai. Hasil Selama tahun 199€¢ terdapat 4187 kasus yang sebanyak 16,96% dibanding tahun 1995. Pola kasus bedah tidak menunjukkan flukutasi bermakna dengan jumlah 1 terbanyak pd bulan Oktober (406 kasus). Terdapat lebih banyak kasus laki-laki dibanding perempuan dengan perbandingan 2,14 : 1 sementara pasien bedah dari golongan umur 15-24 tahun merupakan yang tersering (35%). Tipe kasus bedah yang terbanyak adalah v. laserasi (14,7%) diikuti comotioccerbri (11,6%). Kasus bedah trauma adalah 70% dari jumlah keseluruhan kasus dibanding yang non-trauma sebanyak 30%. Kadar mortalitas kasus bedah adalah 0,76% dengan kasus terbanyak comotic cerebri. Kesimpulan Terdapat lebih banyak kasus trauma dibanding non-trauma dimana mayoritas pasien adalah laki-laki dari golongan umur 15-44 tahun. Maka adalah wajar lebih banyak perhatian diberikan kepada kasus gawat darurat terutamannya dari kasus bedah.

Kata Kunci : gawat darurat, kasus bedah

  1. S1-FKU-1997-RubanSivanoli-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1997-RubanSivanoli-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1997-RubanSivanoli-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1997-RubanSivanoli-Title.pdf