Laporkan Masalah

Hubungan antara Infestasi Cacing dengan Prestasi Belajar Anak SD di Kecamatan Ampana Sulawesi Tengah

Kathrina Sianturi , Dr. Tonny Sadjimin, MSc. PhD, DSA.; dr. A Ronny Naning, DSA

1999 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Prevalensi infestasi cacing di Indonesia masih cukup tinggi, terutama pada anak-anak. Berdasarkan hal tersebut dan ditinjau dari pentingnya status kesehatan jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas maka dirasakan penting dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian dilakukan di Kec. Ampana Kab. Foso Sulawesi-Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara infestasi cacing dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar. Subyek sebanyak 198 ahak. Varlabel—variabei yany diteliti adalah infestasi cacing, hematokrit, status gisi, jumlah hari absen,perilaku belajar di rumah dan prestasi belajar. Kemudian hasil yang diperoleh dianalisa dengan uji T Independent, analisa varian dan multivariat regresi ganda. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa prestasi belajar mempunyai hubungan dengan infestasi cacing, jumlah hari absen, frekuensi belajar dan status gizi. Hubungan antara nilai Bahasa Indonesia dengan Infestasi cacing ditunjukkan oleh infestasi Ascaris pada kuartal £, 5, total 3 kuartal (p-0,096, p-0,049, psO,Ok) dan infestasi 2 jenis cacing (Ascaris-Trichuris, Ascaris-Enterobius dan Ascaris-cacing tambang) pada kuartal ? (p-9,021). Bila nilai Bahasa Indonesia dibandingkan pada anak terinfestasi 2? jenis cacing dengan 1 infestasi ng ternyata tidak ada perbedaan bermakna (p30,05). telah dikontrol dengan jumlah hari absen (154! Dan frekwensi belajar (108 mdupin digabung tlO6) nilai tersebut lebih rendah secara bermakna pada anak. Anak dengan ascarjasis mempunyai nilai Bahasa lebih rendah secara bermakna dibandingkan dengan anak yang gizinya relatif baik (BB/U5958) namun tidak mendetita ascariasis. Hubungan antara nilai IPA, IPS, Agama dan PPKn dengan infestasi ditunjukkan oleh 3infestasi Ascaris dan 2 janig Cacing pada kuartal ? dan 3 setara bermakna (psu, OS). Setelah dikontrol dengan jumlah hari absen (44) dan frekuensi belajar (92) ternyata tidak ada perbedaan nilai-nilai mata pelajaran tersebut yang bermakna antar anak ascariasis dengan yang tidak terinfestasi.

Kata Kunci : Infestasi Cacing, prestasi belajar, frekuensi belajar, status gizi

  1. S1-FKU-1999-104311-Kathrina-Sianturi-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1999-104311-Kathrina-Sianturi-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1999-104311-Kathrina-Sianturi-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1999-104311-Kathrina-Sianturi-title.pdf