Partisipasi Anggota Kelompok Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan dalam Program Rehabilitasi Mangrove di Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara
Rambu Reninta Kanaya Lamba Awang, Ir. Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P., IPU.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Taman Nasional Wakatobi memiliki ekosistem yang penting secara ekologis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi program rehabilitasi mangrove di Pulau Kapota, menganalisis tingkat partisipasi anggota kelompok dalam program rehabilitasi, serta menyusun strategi untuk peningkatan partisipasi dalam pengelolaan mangrove.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, dan kuesioner kepada seluruh anggota Kelompok Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) Kabita, SPKP Kabita Togo, dan SPKP Wisata Kolo. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif untuk menjelaskan implementasi program dan skala Likert untuk mengukur tingkat partisipasi anggota pada setiap tahapan rehabilitasi mangrove, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan partisipasi anggota dalam pengelolaan mangrove.
Program rehabilitasi mangrove di Pulau Kapota terimplementasikan secara partisipatif. Tingkat partisipasi anggota kelompok secara keseluruhan tergolong tinggi, dengan nilai total sebesar 155,10. Tingkat partisipasi pada setiap tahap program rehabilitasi mangrove berada pada dua kategori, yaitu tinggi dan sangat tinggi. Tingkat partisipasi dengan kategori tinggi berada pada tahap perencanaan (skor 23,79), monitoring (skor 18,93), monitoring setelah penilaian keberhasilan (skor 17,26), dan evaluasi (skor 15,11). Partisipasi dengan kategori sangat tinggi ada pada tahap pengorganisasian (skor 20,88) dan tahap pelaksanaan (skor 59,12). Strategi peningkatan partisipasi anggota kelompok meliputi pengembangan usaha silvofishery penguatan usaha produktif berbasis mangrove, peningkatan kapasitas pengetahuan anggota, serta pelibatan aktif anggota dalam kegiatan monitoring dan evaluasi.
Wakatobi National Park possesses ecosystem that are ecologically, socially, and economically significant. This study aims to identify the implementation of mangrove rehabilitation programs on Kapota Island, analyse the level of member in rehabilitation activities, and formulate strategies to enhance member participation in sustainable mangrove management.
The study used a quantitative approach with a survey method. Data were collected through field observations, structured interviews, and questionnaires administered to all members of the Rural Forestry Extension Center Groups (Kelompok Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan/SPKP) Kabita, SPKP Kabita Togo, and SPKP Wisata Kolo. Data analysis was conducted using quantitative descriptive methods to explain program implementation and a Likert scale to measure the level of member participation in each stage of mangrove rehabilitation, as well as SWOT analysis to formulate strategies for increasing member participation in mangrove management.
The mangrove rehabilitation program on Kapota Island was implemented in participatory manner. The overall participation rate of group members is high, with a total score of 155,10. Participation rates at each stage of the mangrove rehabilitation program fall into two categories: high and very high. The high participation rate was observed in the planning stage (score 23.79), monitoring (score 18.93), post-success assessment monitoring (score 17.26), and evaluation (score 15.11). Participation in the very high category was observed in the organizing stage (score 20.88) and the implementation stage (score 59.12). Strategies to increase group member participation include developing silvofishery enterprises, strengthening mangrove-based productive enterprises, enhancing members’ knowledge and skills, and actively involving members in monitoring and evaluation activities.
Kata Kunci : Rehabilitasi, mangrove, SPKP, partisipasi, taman nasional